“Gas Ko Rem” Iringi Joget Warga Besipae Tunggu Rombongan Pemprov

oleh -6.5K views

Besiapae, fakta-tts.com – Seni  (17/2/2020) siang sekitar Pukul 13.40 wita sejumlah warga perempuan laki-laki, tua muda masih berkosentrasi di halaman lopo di kawasan hutan Besipae. Sejumlah warga yang didominasi perempuan tampak berjoged ria diiringi alunan musik lagu “gas ko Rem” yang lagi hits di masyarakat.

Warga ini menunggu rombongan pemerintah provinsi NTT yang kabarnya akan kembali mendatangi wilayah itu untuk bertemu warga terkait penguasaan lahan tersebut oleh sejumlah warga yang telah menempati kawasan tersebut.
Atraksi joget warga ini jadi tontotan sejumlah warga lain dan aparat keamanan dari polisi dan TNI yang berjaga di lokasi yang berada persis di tepi ruas.jalan negara di dusun Besipae desa Linamnutu kecamatan Amanuban Selatan kabupaten TTS.
Selain lagi “gas ko Rem” ada juga lagu lain yang terdengar dari sound sistim yang terpasang di salah satu bangunan kecil di lokasi tersebut.
Kedatangan pihak Pemprov hari ini adalah yang ketiga kalinya untuk menyelesaikan persoalan kawasan yang kini dihuni sejumlah Kepala Keluarga (KK).
Nikolas Manao, warga setempat kepada fakta-tts.com jika bertemu pemerintah provinsi mereka akan sampaikan soal yang sudah pernah disampaikan sebelumnya bahwa gugurkan sertifikat hak pakai yang dipegang dinas peternakan, Menolak dinas peternakan sebelum ada penyelesaian kasus, duduk bersama untuk bicarakan pemisahan belukar masyarakat yang selama ini ditempati warga, minta dinas peternakan dan dinas kehutanan dihadirkan untuk clear-kan dua sertifikat yang dimiliki oleh dinas peternakan dan dinas kehutanan provinsi NTT untuk lahan yang sama.
Dikatakan Nikolas warga menolak Kaplingnya 20 x 40 meter persegi yang diberikan pemerintah sebagai kompensasi. Yang mereka mau masing-masing 40×100 meter persegi.
Sekitar pukul 14.00 wita rombongan pemerintah provinsi NTT dikawal Kapolres TTS dan Dandim TTS beserta anggota dan satpol PP tiba di lokasi. Keributan pun terjadi karena warga menghadang upaya satpol PP yang ingin masuk mengosongkan bangunan pemerintah didalam kawasan tersebut yang sekian tahun dihuni warga.
Hingga berita ini diturunkan, aktifitas pengosoangan rumah masih berlangsung dan warga masih terus melawan.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *