Persoalan Guru di TTS Bukan Pada Jumlah Tapi Sebaran

oleh -4.8K views
Kota SoE, fakta-tts.com –  Pihak DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi NTT, mengklarifikasi informasi yang tersiar bahwa  kabupaten TTS kini menghadapi persoalan kekurangan tenaga pengajar atau guru. Hasil identifikasi komisi VI DPRD TTS bahwa persoalan guru di kabupaten TTS bukan pada kurangnya jumlah guru tapi pada sebaran penempatan guru di sekolah-sekolah.
Ruba Banunaek,SE, anggota komisi IV DPRD TTS dalam dialog pimpinan dan anggota DPRD TTS dengan perwakilan masyarakat TTS yang tergabung dalam Pospera TTS dan Araksi TTS di ruang Banggar kantor DPRD TTS, Senin (13/1/2020) mengatakan pihaknya telah menemui pihak kementerian pendidikan mengkonfirmasi soal data guru di kabupaten TTS. Hal itu dilakukan menyusul mencuatnya informasi persoalan kekurangan guru di masyarakat.
Dan dari data analisa dan kajian kebutuhan guru yang disampaikan kementerian diketahui bahwa jumlah guru di kabupaten TTS justeru telah melebihi kebutuhan.
Setelah mengkonfirmasi pihak kementerian kata Ruba, pekan kemarin bersama sejumlah anggota komisi IV, pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di kota maupun desa guna memastikan kondisi yang terjadi di sekolah.
Dalam kunjungan tersebut didapati ada sekolah yang mengalami kelebihan guru PNS dan ada sekolah yang kekurangan guru PNS dan ‘dipenuhi’ guru honor. Ada juga sekolah yang jumlah guru PNS-nya tidak sebanding dengan rombongan belajar.
“Jadi sesuai data analisa kebutuhan guru dari kementerian, kita TTS justeru kelebihan guru, guru cukup tapi sebarannya yang tidak merata,”kata wakil partai Golkar ini.
Dikatakan jika mengacu pada data tersebut kabupaten TTS sebenarnya tidak membutuhkan banyak guru honor jika dilakukan pemerataan sebaran guru PNS untuk sekolah yang ada.
Karena itu pihaknya mendorong Pemda TTS untuk melakukan pemerataan sebaran guru bukan penambahan jumlah guru honor dalam jumlah banyak karena hal itu membebani penganggaran.
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS, Eddyson Sipa lewat layanan WhatsApp menyampaikan
Razio guru untuk SD sebanyak 9 orang yang terdiri dari guru kelas 6 orang ditambah dengan guru Olahraga, guru Agama dan guru keterampilan/mulok/ekstrakurikuler sedangkan untuk SMP jumlah gurunya sesuai bidang studi.
Dalam pertemuan tersebut Araksi dan Pospera kabupaten TTS mengungkap adanya guru honor di beberapa sekolah di kabupaten TTS yang haknya tidak terbayar. Ada beberapa oknum guru honorer yang dibawa menemui DPRD dalam pertemun tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *