ANTARA REGULASI, PELAYANAN KEBUTUHAN MASYARAKAT, KEPEMIMPINAN GUBERNUR NTT DAN BUPATI TTS

oleh -1.9K views
(OLEH: WELLEM DAVID MESSAKH, SE – Pemuda Pemerhati Pembangunan)
Suatu hari yang indah seperti biasa masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) menjalani aktifitas pada masa  dimana kepemimpinan kepala daerah yang mengalami kekosongan kesekian bulannya setelah Mantan Bupati dan Wakil Bupati periode 2014-2019 mengundurkan diri dari jabatanya sebelum menghabiskan masa pemerintahan karna turut berpartisipasi untuk mengikuti pesta Demokrasi Calon Legislatif yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang
dalam sebuah perjalanan untuk menghadiri undangan ke Desa Kotolin Kecamatan Kotolin Kabupaten TTS, rombongan Wakil Bupati terpilih Jhony Army Konay, SH (waktu itu blom di lantik) pada tanggal 05 pebruari 2019 melewati jalur Selatan, dimana jalur tersebut merupakan jalur yang menghubungkan tiga kabupaten yakni; Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten TTS itu sendiri, sesampainya di Kecamatan Amanuban Selatan di desa Bena jalur transportasi yang rata dan lurus sepanjang kurang lebih tujuh kilo meter yang membelah keindahan persawahan seluas kurang lebih enam ratus hektarare.
ada sesuatu yang ganjil dan tidak seperti biasanya dari laporan masyarakat dan pantauan langsung ke area persawahan oleh Wakil Bupati TTS terpilih, kurang lebih Tiga Ratus Hektarare atau lima puluh persen daerah persawahan tidak tersuplai air yang seharusnya dialiri lewat salurah irigasi, sedangkan musim penghujan air yang langsung turun ke area persawahan akan berubah menjadi tanah kering setelah air bercampur dengan lumpur, dari kondisi ini biasa mengakibatkan tanaman padi yang baru berumur satu sampai dua bulan mengalami gagal panen, akibat dari sumbatan yang ada pada saluran irigasi. keadaan ini juga selalu membuat banjir serta genangan sepanjang jalan daerah persawahan karna luapan air dari saluran irigasi tersebut. hal ini sudah di biarkan  kurang lebih tiga Tahun
Berbekal pengalaman sebagai mantan anggota DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur dua periode dari partai NASDEM dan barusan di lantik pada 14 Pebruari 2019 sebagai Wakil Bupati TTS membangun komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD-TTS), berinisiatif untuk menormalisasi aliran irigasi. tepatnya tanggal 7-13 pebruari 2019 didatangkan alat berat berupa Backhoe milik BPBD TTS, berhasil menormalisasi saluran irigasi sepanjang 1km dan ini membawa suka cita yang mendalam buat masyarakat bena yang mempunyai sawah, tapi masih kurang lebih 2 km saluran irigasi yang blom di normalisasi keburu di hentikan  dengan alasan teknis akan merusak saluran irigasi tersebut.
dari informasi yang ada mari kita berpikir ekomomis, apakah kita menunggu regulasi panjang dalam hal ini yang berkompoten adalah Balai Wilayah Sungai untuk menormalisasi saluran irigasi yang ada sedangkan dari informasi yang didapatkan dari masyarakat sudah tiga tahun tidak di normalisasi akibatnya saluran tersumbat, sedangkan dalam penanganan darurat yang sudah di lakukan selama enam hari berhasil menormalisasi sebanyak satu kilo meter hanya butuh delapan belas hari untuk menjawab kendalah tiga kilometer tanpa merusak saluran yang ada. dari data rata-rata satu hektar hasil sawah bisa berkontribusi ekomomis sebanyak Rp. 7.000.000 jikalau lahan seluas 300ha tidak tersalur air yang baik maka masyarakat Bena akan mengalami kerugian gagal panen sebanyak Rp.2.100.000.000 sungguh fantastis… apakah kita menunggu regulasi yang panjang atau melayani masyarkat untuk bisa membangun ekonomi masyarakat yang lebih baik???.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *