DPRD Umumkan Pengunduran Diri Paul Mella-Obed Naitboho

oleh -4.7K views
Kota SoE,Fakta TTS-DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Kamis (23/8/2018) menggelar paripurna penyampaian pengunduran diri Ir.Paul V.R Mella,M.Si dari jabatan bupati dan Drs. Obed Naitboho,M.Si dari jabatan wakil bupati TTS periode 2014-2019.
Paripurna itu digelar setelah DPRD menerima surat pengunduran keduanya pada 9 Juli 2018 lalu. Surat pengunduran diri Paul Mella bernomor: PUM.03.03.01/132/2018 dan Surat Obed Naitboho bernomor :PUM 03.03.01/144/2018 Obed.Naitboho tifak hadir krn di jakrta
Disampaikan dalam surat yang dibacakan sekretaris DPRD TTS Robby Selan, Paul Mella mundur karena keinginan sendiri untuk mengikuti pencalonan sebagai Anggota DPR RI dari partai Golkar. Begitupun Obed Naitboho yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD provinsi NTT. Namun dalam surat tidak disebutkan partai politik mana yang digunajan Obed Naitboho maju sebagai calon anggota DPRD NTT di pemilu 2019.
Meski diumumkan mundur tapi Obed Naitboho tidak hadir dalam paripurna yang dipimpin Imanuel Olin, wakil ketua DPRD TTS. Ketidakhadiran Obed sempat dipertanyakan Ruba Banunaek, anggota DPRD TTS dalam paripurna tersebut. Selaku bupati, Paul Mella yang disilahkan Imanuel Olin menyampaikan alasan ketidakhadiran wabup Obed mengatakan Obed Naitboho sementara berdinas ke Jakarta sebagai wakil bupati.
Paul Mella dan Obed Naitboho akan resmi melepas jabatan mereka setelah penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) oleh KPU pertengah September 2018. SK pemberhentian keduanya dari jabatan dan penjabat bupati TTS sementara diproses ke Mendagri.
Paul Mella dalam sambutannya menyampaikan sejak dilantik sebagai bupati dan wakil bupati TTS pada 6 Maret 2014 lalu keduanya telah melaksanakan sejumlah upaya pembangunan diantaranya dibidang infrastruktur untuk menunjang pembangunan ekonomi masyarakat TTS.
Ia menyadari kalau dirinya dan Obed Naitboho belum sepenuhnya menuntaskan apa yang diprogramkan selama lima tahun kepemimpinan mereka hingga 2019 mendatang.
“kami sudah upaya mengembangkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi tapi masih banyak yang belum selesai,”katanya.
Ia memohon maaf kepada unsur pemerintah, DPRD dan masyarakat TTS jika apa yang telah dilakukan belum memenuhi apa yang diinginkan masyarakat. Upaya pembangunan masyarakat TTS dikatakan juga memerlukan perjuangan di level yang lebih tinggi pula.
“kami sadar tugas kami belum selesai dan kami sadari juga pergumulan masyarakat TTS perlu diperjuangan di forum yang lebih tinggi lagi,”katanya.
Ia berharap komitmen bersama untuk terus berupaya membangun masyarakat TTS dalam semua tingkatan pengambilan keputusan.
Diakhir sambutanya Paul Mella menyampaikan permohonan maaf jika selama kepemimpinan keduanya ada perkataan atau tindakan yang kurang berkenan. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *