Heba’cs Belum Diperiksa Karena BK Masih Lakukan Ini

oleh -1.2K views

Kota SoE, Fakta TTS-Hendrik Babys, salah satu dari tiga anggota DPRD TTS yang dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD berharap dirinya bisa cepat diproses oleh BK di sidang kode etik agar benar tidaknya ia menganiaya warga di daerah pemilihan (dapil)nya cepat terungkap.

Laporan warga soal dugaan penganiayaan oleh Heba, sapaan Hendrik Babys, diterima BK sekitar 16 April 2018 lalu. Namun hingga Kamis kemarin belum ada rencana BK untuk memanggil Heba ataupun dua rekannya, Magdalena Mbau, anggota PAN dalam kasus dugaan pemalsuan tandatangan yang ditangani Polres TTS dan Thomas Lopo, anggota fraksi PKB kasus dugaan pencemaran nama baik yang dihentikan penyidikannya oleh polisi.
“dalam waktu dekat kita akan memanggil 3 anggota yang diadukan ke BK itu,”kata Sefrit Nau, ketua BK di kantor DPRD TTS.
Kata Sefrit saat ini BK sedang melakukan koordinasi dengan BK DPRD provinsi NTT dan tim ahli dari LPPM Undana Kupang untuk membantu BK baik materi pengaduan maupun non teknis sebelum BK mengadakan sidang atas pengaduan yang diterima.

“Dalam waktu dekat ini kita akan panggil ketiga orang anggota DPRD untuk memberikan klarifikasi berkaitan dengan pengaduan yang BK terima,”tambah Sefrit.

Dijelaslan, BK sebagai alat kelengkapan dewan wajib merespon setiap pengaduan dari masyarakat demi menjaga marwah dan kehormatan dewan.

Pemanggilan ketiga oknum anggota DPRD TTS lanjut Sefrit, berdasarkan tata tertib DPRD, kode etik dan tata beracara Badan Kehormatan dalam pengambilan keputusan setiap kasus yang menimpa setiap anggota DPRD berdasarkan pengaduan dan infomasi yang didapat oleh BK.

Ditambahkan, BK tidak hanya memanggil ketiga anggota DPRD sebagai teradu atau terlapor, tetapi juga pengadu atau pelapor untuk kepentingan pemeriksaan dan tetap menjaga independensi BK sebelum mengambil keputusan.

“Kita tidak hanya memanggil teradu atau terlapor, para pengadu atau pelapor juga akan kita dengarkan keterangannya demi terciptanya keseimbangan dengan tetap menjaga independensi BK sebelum mengambil keputusan,”kata Sefrit.(pau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *