Pilihan Cerdas Berdasarkan Program, Bukan Uang Atau SARA

oleh -2.3K views
Kota SoE, Fakta TTS-Panitia pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan kepada pemilih di wilayah kabupaten TTS agar dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Rabu 27 Juni 2018 mendatang dapat menentukan pilihan politiknya secara cerdas dengan melihat program kerja yang ditawarkan pasangan calon (paslon) kepala daerah bukan didasarkan pada uang yang diberikan paslon atau karena kedekatan Suku, Ras, Agama, Antar golongan (SARA).
Hal tersebut disampaikan dalam acara deklarasi Tolak dan Lawan politik uang dan politisasi SARA untuk Pilkada 2018 berintegritas yang diselenggarakan Panwaslu TTS Rabu (14/2/2018) di hotel Timor Megah SoE.
Melky Fay, ketua Panwaslu TTS dihadapan jajaran Forkopimda, keempat paslon bupati-wabup TTS serta pendukung, pengurus partai politik dan panwas kecamatan mengatakan untuk kesuksesan pilkada yang berintegritas maka semua unsur di lingkungan masyarakat perlu mengkampanyekan lawan dan tolak politik uang dan politisasi SARA kepada masyarakat karena politik uang  berpotensi melahirkan tindakan koruptif paslon jika terpilih dan jika masyarakat memilih karena pertimbangan SARA dapat mengancam demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Ajakan untuk memilih paslon didasarkan pada program kerja bukan uang atau SARA tersebut juga tertuang dalam lima kesepakatan bersama menolak politik uang dan politisasi SARA yang ditandatangani bersama oleh Panwaslu, Forkopimda, KPU, keempat paslon bupati-wabup TTS, rohaniawan dan pers.dalam acara deklarasi tersebut.
Kelima poin kesepakatan bersama tersebut yakni Mengawal Pilgub dan Pilbup dari praktek uang dan SARA karena merupakan ancaman bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat,  Tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai sarana untuk menarik simpati pemilih karema mencederai integritas dan kedaulatan rakyat, Mengajak pemilih untuk menentukan pilihan secara cerdas berdasarkan program kerja dan bukan karena uang atau SARA, Mendukung kerja-kerja pengawasan dan penanganan pelanggaran terhdap politik uang dan SARA yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu dan Tidak akan melakukan intimidasi, kekerasan atau aktifitas dalam bentuk apapun yang dapat menggaggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan SARA.
Mewakili Forkompimda TTS,  Dandim 1621/TTS Letkol CPN Rhino Carles.Tuwo,M.Sc, MPM mengimbau agar unsur terkait dalam pilkada melaksanakan tupoksinya sesuai aturan yang ditetapkan sehingga pilkada dapat berlangsung aman, lancar dan berkualitas.
Acara deklarasi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 wita tersebut tidak dihadiri Calon bupat (cabup) Drs. Obed Naitboho,M.Si dan cabup Johanis Lakapu. Paslon Bupati-wabup Lakapu-Mella hanya dihadiri calon wakil Yefta Mella dan pengurus partai pendulung serta simpatisan. Paslon Naitboho-Kase pun demikian, hanya dihadiri calon wakil bupati Aleks Kase dan sejumlah simpatisan dan pengurus partai pendukung.
Belum diperoleh konfirmasi langsung dari kedua kandidat namun informasi dari tim pemenang, cabup Obed Naitboho tidak hadir karena tenģah mengurus administrasi cuti dari aktifitas sebagai wakil bupati TTS. Sementara Yefta Mella, calon wakil Johanis Lakapu mengatakan pasangannya mengalami gangguan kesehatan. “Pak Jhon (Johanis Lakapu) lagi sakit, batuk. Beliau suara tidak bisa keluar,”kata Yefta kepada wartawan usai kegiatan.
Sementara paslon Ampera Seke Selan-Yan Tanaem dan paslon Epi Tahun-Jhon Army Konay hadir bersama simpatisan dan pengurus partai pendukung. Acara deklarasi tersebut jùga dihadiri segenap panwas kecamatan, Dandim 1621/TTS Letkol CPN Rhino Carles Tuwo,M.Sc, MPM, Wakapolres Kompol Herman Bessie dan rohaniawan.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *