Tak Ada Anggaran Baru Untuk PSU di 30 TPS

oleh -1K views
Kota SoE,Fakta TTS-Sekretariat KPU kabupaten TTS mengkonfirmasi soal penggunaan dana pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 30 TPS dalam rangka menjalankan perintah MK RI terkait sengketa Pilkada TTS.
Sekretaris KPU TTS, Marcel Taneo kepada Fakta TTS, Jumat (28/9/2018) di kantornya mengatakan PSU di 30 TPS tersebut menggunakan anggaran sisa dari Rp 35,7 miliar yang sebelumnya telah dialokasikan pemda TTS di tahun 2017 dan 2018 untuk pelaksanaan Pilkada TTS Juni 2018. “kita pakai anggaran yang masih tersedia sisa dari Rp 35,7 miliar yang dianggarkan pemda tahun 2017 Rp 5 miliar dan tahun 2018 Rp 30,7 miliar. jadi tidak ada tambahan anggaran baru dari pemda untuk PSU di 30 TPS ini,”kata Marcel.
Soal pelaksanaan pencoblosaan ulang di 30 TPS tersebut belum dipastikan.
30 TPS yang diperintahkan MK untuk dilakukan pemungutan suara ulang yakni TPS 1,2,3 dan 4 desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan,  TPS 1 dan TPS 2 Desa Lanu, Kecamatan Amanatun Selatan, TPS 3 Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan, TPS 1,2,3 dan 4 desa Fallas Kecamatan Kie, TPS 2 Desa Polo, Kecamatan Amanuban Selatan, TPS 1,2 dan 3 Desa Fatuulan, Kecamatan Kie,
TPS 1 dan 2 desa Besleu, Kecamatan Fautmolo, TPS 4 desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih.
TPS 4, Desa Kualeu, Kecamatan Amanatun selatan, TPS 3 desa Mnesatbubak kecamatan Polen, TPS 1 dan 2 desa Laob Kecamatan Polen.
TPS 1 desa Halme dan TPS 1 desa Nefokoko di kecamatan Molo utara, TPS 1 desa Oeluban dan TPS 1 desa Koa di kecamatan Molo barat, TPS 1 desa Lasi kecamatan Kuanfatu, TPS 4 desa Nunusunu kecamatan Kualin, TPS 1 desa Tesiayofanu dan TPS 2 desa Fae di kecamatan Amanatun selatan.
Hasil Pilkada TTS ini harus melalui proses peradilan di MK RI karena pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Drs. Obed Naitboho,M.Si-Aleksander Kase,S.Pdk (pemohon) tidak puas dengan hasil pleno penghitungan suara KPU TTS tanggal 8 Juli 2018 lalu yang menempatkan paslon nomor urut 3, Ir. Eppy Tahun-Jhon Army Konay,SH sebagai peraih suara terbanyak.
Paslon Naitboho-Kase menuding ada kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan KPU TTS dalam proses Pilkada TTS. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *