Eppy Tahun Tak Mau Wakilnya Berdinas Pakai Mobil Kadis

oleh -4K views
Kota SoE, Fakta TTS-Kepala bagian umum Setda TTS, Wellem Toto mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas kendaraan dinas untuk bupati dan wakil bupati TTS periode 2019-2024, Egusem Pieter Tahun,ST,MM dan Jhony Army Konay,SH, yang akan dilantik Kamis (14/9/2019).
Untuk bupati kata Wellem Toto lewat telepon, Selasa (12/2/2019) disediakan mobil Fortuner, mobil DH 1 WU yang sebelumnya digunakan bupati Ir. Paul Mella,M.Si, dan untuk wakil bupati disediakan mobil yang saat ini digunakan kepala dinas sosial kabupaten TTS sebagai mobil dinas. Mobil Fortuner yang digunakan Kepala  dinas sosial itu disediakan bagi Wabup Army karena mobil dinas Wabup bernomor polisi DH 2 WU kini masih ditangan mantan Wabup Drs. Obed Naitboho,M,Si.
“Kami sudah siapkan mobil, untuk pak bupati itu mobil DH 1 WU yang dipakai pak bupati sebelumnya. Kalau untuk pak wakil kita siapkan kendaraan Pemda (saat ini dipakai kadis sosial) karena mobil DH 2 WU masih di pak mantan wakil (bupati). Mobil itu beliau sudah ajukan proses sewa beli beberapa waktu lalu,”kata Wellem Toto, Selasa siang.
Pihaknya belum bisa menyediakan kendaraan baru karena belum diadakan.
Namun apa yang dilakukan Pemda TTS itu mengusik rasa Egusem Pieter Tahun yang akrab disapa Eppy ini.
Di kediamannya Selasa siang, Eppy kepada wartawan mengatakan ia tidak mau kalau wakilnya itu dikasih kendaraan dinas yang digunakan kepala dinas untuk menjalankan tugas kedinasannya. Ini karena ada regulasi soal standard  kendaraan dinas yang digunakan pimpinan daerah. Standar mobil dinas pimpinan  daerah tidak sama dengan mobil dinas pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu kata Eppy, jika ia menggunakan kendaraan dinas yang memang adalah kendaraan dinas bekas bupati dan wakilnya menggunakan kendaraan dinas bekas dari kepala dinas maka terkesan ada gab antar keduanya dalam penyediaan fasilitas khususnya mobil oleh setda TTS. Dan juga penggunaan mobil kadis oleh Wabup itu menurut Eppy bisa mengganggu kelancaran tugas kadis sosial.
 “Komunikasi kami dengan bagian aset dan bagiam umjm setda, untuk wakil mau pakai mobil dinas kepala dinas sosial. Kami tolak karena nanti bisa mempengaruhi kinerja dinas sosial, Kedua, untuk mobil dinas  pimpinan  daerah itu ada standardnya, regulasinya ada.
Ini bukan berarti kami tidak menghargai pemda. Tapi tolong Pemda tempatkan kami sesuai regulasi. Kalau begini kami rasa kami tidak dianggap dan seakan akan sengaja ciptakan gab antara saya dan pak Army soal standar mobil ini,”katanya.
Army Konay menanggapi dingin soal ini. “Semua tentu ada aturannya. Kalau dari Setda  anggap ini baik ya sudah, yang penting tugas jalan,”katanya.
Army tak menampik informasi yang disampaikan Eppy kalau keduanya akan menggunakan kendaraan pribadi yang diberi plat khususnya dalam beberapa lama sambil menanti penyediaan kendaraan dinas yang sepatutnya.
Eppy mengatakan pihaknya telah menyiapkan pribadi sebagai alternatif untuk digunakan sebelum Setda TTS menyediakan kendaraan dinas bagi keduanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *