Diisukan Pecah Kongsi, Bupati Eppy dan Wabup Army Tampil Bersama di Tune, Resmikan Obyek Wisata Tangga 1.000

oleh -3K views
Tune, fakta-tts.com – Hubungan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM dan Wakilnya Jhony Army Konay,SH belakangan diterpa isu pecah kongsi. Keduanya diisukan tak lagi harmonis dalam menjalankan tanggungjawab memimpin TTS hingga 2024 mendatang.
Keduanya dalam beberapa bulan terakhir jarang terlihat bersama dalam agenda-agenda pemerintahan termasuk menghadiri beberapa sidang paripurna di DPRD TTS.
Isu keretakan hubungan keduanya  bahkan sampai juga ke pengurus DPD I Golkar NTT. Sehingga dalam musda DPD II Golkar TTS pekan lalu, ketua DPD Golkar NTT, Melkiades Lakalena juga mengingatkan soal pentingnya keharmonisan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sehingga diharapkan hubungan kedua petinggi TTS itu tetap akrab sampai akhir masa jabatan mereka memimpin kabupaten TTS.
Setelah sekian lama tak terlihat tampil bersama, Selasa(28/07/2020) kemarin Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun tampil bersama Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay di desa Tune kecamatan Tobu. Kebersamaan ini seakan menampik isu pecah kongsi keduanya.
Kehadiran keduanya bersama sejumlah pimpinan OPD ini dalam rangka menunaikan sejumlah agenda kedinasan yakni Peresmian obyek wisata Tangga Seribu wisata Bubneo, jembatan gantung Eno Tune Dan pencanangan penanam benih jagung varietas Lamuru dan hibrida visi 228 sistem TOT,  Peletakan Batu pertama pembangunan kantor desa Tune, pelaksanaan inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi, Peresmian Air bersih desa Tune dan Penyerahan BLT-DD.
Keduanya terlihat akrab ditengah pejabat Pemda dan masyarakat. Sesekali keduanya terlihat berdiskusi.
Di kegiatan pembagian BLT di desa Tune itu bupati Eppy Tahun yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan  mengingatkan Masyarakat Agar menjaga ketajanan Pangan mereka dalam memanfaatkan bantuan Covid-19 yang diterima.
Dana tersebut diharapkan digunakan untuk Usaha produktif untuk menjaga ketajanan Pangan seperti menanam ubi, pisang dan lainnya yang bermanfaat untuk rumah tangga.
Penerima BLT-DD di desa tersebut sebanyak 85 KK dengan besaran Rp 1.200.000 untuk jatah dua bulan. (Yef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *