PDI-P TTS Berupaya Damaikan Bupati – DPRD, Gustaf Nabuasa Ditegur

oleh -5.8K views

Kota SoE, fakta-tts.com –  Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-Perjuangan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tampaknya  tidak senang dengan kisruh antara Bupati TTS, Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM dan DPRD TTS yang saling lapor polisi dalam menyikapi pernyataan masing-masing di media massa. Partai yang melekat dengan sebutan partai ‘wong cilik’ itu tengah berupaya mendamaikan bupati dan DPRD TTS yang telah resmi membuat laporan polisi pada Senin (16/3/2020) dan Selasa (17/3/2020).

Ketua DPC PDI-P kabupaten TTS, Mordekai ‘Deky’ Liu kepada wartawan di sekretariat partai tersebut, Selasa sore mengatakan pihaknya telah menggelar rapat internal antara pengurus partai dan fraksi PDI-P di DPRD TTS, Minggu (15/3/2020) setelah mencermati dinamika politik TTS di media massa.
Dalam rapat tersebut kata Deky Liu ada tiga poin yang disepakati dan ditindaklanjuti. Salah satunya adalah menugaskan Yusuf Soru, sekretaris DPC PDIP TTS yang menduduki kursi wakil ketua I di DPRD TTS untuk berkoordinasi dengan dua pimpinan lainnya di DPRD TTS untuk ‘mencairkan’ ketegangan antara lembaga eksekutif dan legislatif tersebut. “PDIP sudah lakukan rapat 15 Maret 2020 dengan fraksi untuk menyikapi situasi ini. Rekomendasinya ada tiga salah satunya partai minta pak Yusuf Soru untuk komunikasi dengan pimpinan lainnya agar menjembatani komunikasi damai antara eksekutif dan legislatif,”kata Deky.
Ia menambahkan PDIP TTS melakukan upaya itu karena kisruh tersebut dapat mengganggu proses pembangunan bagi masyarakat TTS. “Kalau pemerintah dan DPRD ribut, saling lapor begini kurang baik bagi masyarakat. Situasi ini tak ada dampak positif bagi pembangunan daerah,”katanya.
Dia mengharapkan kedua lembaga lebih fokus kepada penanganan persoalan persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat.
Soal agenda RDP yang menjadi dasar ketegangan tersebut menurut Deky, PDIP sangat mendukung RDP jika persoalan yang menjadi substansi RDP adalah persoalan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan rakyat banyak bukan kepentingan kelompok. “Kalau materi RDP soal kepentingan rakyat PDIP sangat mendukung itu, soal pembatasan perjalanan dinas misalnya, kami dukung kebijakan rasionalisasi anggaran macam begitu karena kondisi saat ini memang daerah butuh anggaran lebih untuk urus persoalan yang terjadi seperti korona, flu babi, DBD dan lainnya,”kata Deky yang mengharapkan bupati dan DPRD menarik laporan yang telah disampaikan ke polisi demi masyarakat TTS.
Yusuf Soru, waket I DPRD TTS yang dihubungi pertelepon Selasa malam mengatakan ia telah menjalankan keputusan partai tersebut dengan berkoordinasi dengan kedua pimpinan DPRD dan ia juga sudah ada komunikasi dengan bupati Eppy Tahun untuk menormalkan kembali hubungan kedua lembaga. “Saya sudah komunikasi dengan dua pimpinan dan pak bupati juga saya sudah komunikasi dan responnya baik, kita PDIP itu maunya semua baik-baik agar kita fokus untuk masyarakat,”kata Yusuf Soru.
Sementara Deky Liu tampak berang ketika ditengah upaya partainya menenangkan ketegangan kedua lembaga tersebut, ada anggota fraksi PDIP, Gustaf Nabuasa, yang ikut bersama anggota DPRD fraksi lain melaporkan bupati TTS ke polisi.
Sikap Gustaf tersebut dianggap melanggar keputusan partai sehingga Gustaf akan dipanggil untuk dimintai klarfikasi atas sikapnya itu.
” Ini jelas melanggar keputusan partai, kita sudah rapat dan buat keputusan untuk ditindaklanjuti tapi kemudian yang bersangkutan bikin lain, turut serta melapor bupati ke polisi. Kita akan panggil dan tanya yang bersangkutan. Sanksi partai tentu ada karena ini melanggar keputusan partai,”katanya.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *