Sembako DPRD TTS Saat Reses, Waket : “Suatu Bentuk Kepedulian Langsung Kami Warga Dimasa Covid’

oleh -2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Dalam reses III ini, 40 anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menyampaikan informasi pembangunan dannmenyerap aspirasi warga terkait program pembangunan namun juga disisip dengan kegiatan bantuan Sembako dan APD bagi warga di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Pembagian sembako dan APD dimasa reses III yang berlangsung
tanggal 5 Mei sampai dengan 9 Mei 2020 kemarin itu merupakan kesepakatan bersama untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi di masa pandemi covid-19.
Demikian disampaikan Wakil ketua II DPRD TTS, Yusuf Soru,A.Md di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2020) siang.
Ia mengatakan pemberian sembako tersebut dilakukan oleh semua anggota karena sudah dibicarakan dan disepakati diinternal DPRD sebelum masa reses. Pembagiannya untuk warga yang dianggap terkena dampak penyebaran covid-19.
Konsep pemberian sembako ini kata Yusuf disepakati untuk dilaksanakan dewan dalam rangka membantu meringankan beban kebutuhan warga ditengah penyebaran covid-19.
“Soal bantuan Sembako dari masing-masing dewan itu sudah dibicarakan di intern DPRD, memang sudah ada BLT dan bantuan lain dari pemerintah ditengah Covid ini, tapi kita berpikir kita juga perlu melakukan sesuatu untuk langsung dirasakan masyarakat. Sembako ini salah satu bentuk kepedulian dari anggota yang langsung untuk membantu meringankan beban masyarakat ditengah Covid ini. Konsepnya bagi
Dor to dor,”katanya.
Dikatakan soal Sasaran atau siapa yang mau diberikan itu tergantung masing-masing dewan namun pertimbangan utamanya adalah warga yang terdampak covid-19.
“Soal sasaran itu pilihan bagi masing-masing dewan. Tapi kalau saya pribadi yang jadi pertimbangan adalah yang kena dampak langsung . Misalnya pedagang yang berdagang di pasar, ojek dan lainnya. Dengan adanya kebijakan tutup pasar dan lainnya sudah pasti mereka kena dampak, pendapatan tidak ada.. Orang tua janda balu juga kita lihat, tapi sopir ojek juga kita lihat, bagi saya mereka juga susah karena mereka kehilangan pendapatan dan mereka ini tidak punya lahan kebun. Mereka kebingungan dan kita juga perhatikan ini,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *