Alasan, Manfaat dan Data Tekhnis Bendungan Temef

oleh -2.2K views
Oenino, Fakta TTS-Setelah direncanakan lima tahun lalu, Kmenterian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) direktorat jenderal (ditjen) sumber daya air melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II tahun ini membangun Bendungan Temef di desa Oenino kecamatam Oinino kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur dengan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun. Bendungan terbesar di provinsi NTT ini dibangun mulai tahun ini hingga tahun 2022 oleh PT. Waskita Karya dan PT.Nindi Karya.
Dalam acara syukuran dan prosesi adat pembangunan bendungan di sungai Temef, lokasi pembamgunan, pihak Balai wilayah sungai nusa tenggara II mengatakan curah hujan tinggi dengan durasi pendek (Desember hinggq Maret) yang rentan banjir dan dengan 8 bulan musim kemarau yang menyebabkan debit air menurun drastis sehingga terjadi kekeringan yang akibatnya pasokan air baku kepada masyarakat tidak terpenuhi menjadi alasan pemerintah membangun bendungan Temef.
Konsepnya bendungan tersebut bisa menyuplai air untuk daerah irigasi seluas 4.500 hektoare (ha), suplai air baku untuk masyarakat sebesar 131 liter/detik, pembangkit listrik tenaga mikro (PLTM) 2×1,0 MW, pengendalian banjir daerah hilir di dataran Malaka dan pengembangan pariwisata.
Berikut data tekhnis bendungan Temef yang disampaikan kepada masyarakat dalam acara tersebut:
– Luas Daerah Aliran Sungai : 550,98 Km2
– Hujan tahunan rata-rata : 1.599,21 mm
– Inflow tahunan Q80% : 209,36 juta m3
– Debit base flow : 0,83 m3/detik
– El.M.A.Banjir PMF : El.382,14 m
– El.M.A.Banjir 1000 th : El.377,86 juta m3
– El. M.A. Normal : El.375,00m
– El. M.A.Rendah : El.370,11m
Tampungan total : 45,78 juta m3
Tampungan efektif : 13,41 juta m3
Tampungan mati : 32,35 juta m3
Usia guna waduk : 50 tahun
Luas daerah genangan 428,35 Ha
Debit banjir rancangan Q1000th
– Inflow : 1.264,78 m3/detik
– Outflow : 1.122,51 m3/detik
Debit banjir rancangan QPMF
– Inflow : 4.300,00 m3/detik
– Outflow : 4.071,31 m3/detik
Total lahan yang diperlukan untuk bendungan, bangunan pelengkap dan borrow area adalah 480,36 Ha. Dari peta yang ada 298,25 ha masuk kawasan hutan produksi tetap/HPT Laob Tumbes dan bantaran sungai sedangkan sisanya 182,20 ha adalah lahan milik masyarakat yang tersebar di tiga desa, Oenino, Konbaki dan Pene utara. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *