Bonet Bersertifikasi Nasional, Sinun Manuk: “Festival Budaya Harus Berskala Besar”

oleh -1.9K views

Kota SoE,Fakta TTS-Salah satu tarian daerah khas Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Bonet, telah mendapat sertifikasi dari kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai tarian budaya nasional. hal tersebut harus menjadi motivasi bagi pemda TTS untuk melestarikan dan mengembangkan budaya daerah dengan melakukan event-event festival budaya berskala besar untuk menunjang kemajuan daerah.

Demikian dikatakan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT ketika memberikan sambutan pada acara Festival Budaya Daerah Kabupaten TTS yang berlangsung di Lapangan Puspenmas Soe, Rabu (23/8) sore.

“Ada 23 warisan budaya yang mendapat sertifikat kebudayaan nasional salah satunya tarian Bonet. ini motivasi untuk dikembangkan dengan melakukan event festival berskala besar. ini juga harus menjadi inspirasi bagi pelajar dari SD sampai SMA/SMK untuk pengembangannya,”kata Sinun Petrus Manuk.

Menurutnya festival merupakan moment penting dalam upaya pengembangan budaya daerah namun hendaknya festival budaya tidak hanya berskala daerah namun lebih luas sehingga budaya yang dilestarikan itu bisa lebih dikenal luas. Budaya merupakan kekayaan dan ciri khas daerah sehingga jika lebih luas dikenal dan punya manfaat bagi kemajuan daerah maka hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
“Festival menjadi salah satu cara pengembangan budaya masyarakat namun dalam kegiatannya kita perlu hadirkan tamu mancanegara karena itu ada manfaat lebih yang diperoleh daerah. perlu punya merumuskan berbagai program terkait kemajuan budaya ini,”katanya.

Sementara itu, Bupati TTS Paul Mella mengatakan dalam festival budaya daerah yang digelar itu ditampilkan atraksi sejumlah tarian budaya yang menjad8 identitas masyarakat TTS dari tiga swapraja yakni Molo, Amanatun dan Amanuban.
“ada parade budaya yang diperagakan pelajar. Hal ini merupakan suatu bentui pelestarian budaya yang dilakukan pemda. kita berharap identitas dan kebudayaan sekecil apapun dampaknya luar biasa. Identitas budaya TTS dalam bertutur kata kepribadian, festival budaya menuju satu karakter yakni karakter masyarakat TTS. regenerasi budaya ini sangat penting dan menunjukan kita masih menghargai budaya kita,”katanya.

Pemerintah dikatakan akan terus membangkitkan semangat pelajar untuk tetap melestarikan budaya melalui kegiatan-kegiatan semacam itu. “Festival harus dikembangkan agar makin sempurna dan lebih baik,”katanya.

Ketua Panitia Aba L Anie, mengatakan festival budaya tahun ini bertema ‘Dengan semangat kemerdekaan kita bangkitkan apreseasi seni dan budaya daerah menuju insan yang humanis, dalam Peringatan HUT RI ke-73’.

Kegiatan pameran pembangunan dan festival budaya tersebut dikatakan akan berlangsung hingga 28 Agustus 2018.
Ada 74 instansi swasta, 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 3 BUMN, 1 kelompok pengrajin, 10 kelompok perempuan, 4 kelompok pemuda gereja, 13 pemainan ketangkasan yang ikut mengambil bagian sebagai peserta dengan mendirikan stand atau tenda untuk menginformasikan program dan kegiatannya kepada masyarakat.
Permaianan ketangkasan diadakan untuk menambah kemeriahaan pameran dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tersebut.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh ladis Sinun Manuk. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *