Bumdes Aneotop Dapat Rp 50 Juta Dari Kemendes

oleh -1.6K views
Binaus, Fakta TTS-Direktur PDT PMD Kementerian desa (kemendes) Muhamad Fachri dan ketua komisi V DPR RI Farry Francis, didampingi bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Ir. Paul V.R Mella,M.Si dan sejumlah pejabat dan anggota DPRD TTS Kamis. (22/2/2018) mengunjungi desa Binaus kecamatan Molo tengah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kunjungan kerja ini dalam rangka penyerahan bantuan dana stimulan dari Kemendes sebesar Rp 50 juta kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Aneotop desa Binaus.
Farry mengatakan bantuan itu diberikan karena dari evaluasi Komisi V DPR RI dan mitra Kemendes, Bumdes Aneotop adalah salah satu Bumdes yang konsisten berusaha menggerakan ekonomi masyarakat desa dengan sejumlah usahanya.
Ia berharap bantuan tersebut jadi penyemangat usaha dan usaha yang macet dihidupkan kembali sehingga kontribusi Bumdes untuk anggota dan masyarakat desa bisa lebih baik lagi.
“Bantuam ini diberikan karena dari evaluasi kita Bumdes ini usahanya aktif dan konsisten,”kata Farry yang juga menjanjikan bantuan yang sama untuk Bumdes lain di TTS yang dinilai aktif bekerja.
Direktur PDT PMD, Muhamad Facri mengatakan Bundes adalah motor penggerak perekomomian di desa. Ia berharap jumlah Bumdes yang aktif di kabupaten TTS bisa bertambah karena dari 266 desa yang ada dengan Bumdes aktif hanya 16 maka dianggap terlalu sedikit. Bantuan tersebut diminta dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan ekonomi masyarakat Binaus.
Bupati Paul Mella mengatakan dari 32 kecamatan di kabupaten TTS baru 72 desa di 25 kecamatan yang terbentuk. Dan dari 72 Bumdes itu hanya 16 yang terpantau aktif.
Ia mengatakan perlu ada pembenahan sistim Bumdes dengan memberikan pendidikan dan pelatihan tehknis kepala para pelalu Bumdes di desa. Permodalan juga menjadi persoalan yang dihadapi pihak desa.
Direktur Bumdes Aneotop, Nahor Tasekep, mengatakan Bumdes Aneotop berdiri tahun 2013 dengan modal bantuan pemda TTS sebesar Rp 20 juta.
Rp 20 juta tersebut digunakan untuk membentuk usaha Tenda jadi yang disewakan, counter pulsa listrik, jualan air dan membeli sejumlah peralatan penunjang usaha.
Setahun sejak berdiri, usaha bumdes mulai berjalan dan hingga tahun 2017 kemarin total pendapatan usaha Bumdes Aneotop mencapai Rp 33 juta lebih. “Pemasukan tahun 2015 Rp 22 juta lebih, tahun 2016 Rp 5 juta lebig dan tahun 2017 pemasukan Rp 5 juta. Sehingga total pemasukan sebesar Rp 33 juta lebih,”katanya.
Bumdes tersebut kata mantan kepala desa Binaus ini telah berencana untuk pengembangan usaha di bidang pertambangan bahan galian golongan C karena di desa tersebut punya sungai. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *