Dispendukcapil TTS Buat Cara Ini Agar Warga Mudah Dapat KTP

oleh -2.8K views
Kota SoE,Fakta TTS-Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispenduk capil) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menemui sejumlah persoalan dalam hal penerbitan dokumen kependudukan bagi warga berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran dan lainnya.
 
Kondisi infrastruktur jalan dan kemampuan ekonomi menjadi persoalan tersendiri bagi warga untuk mendatangi kantor dispendukcapil di ibukota untuk mengurus identitas kependudukan mereka. “Warga di Kuafenu desa Nuapin kalau mau datang ke SoE saja butuh uang transpor Rp 250 ribu. Karena jarak yang jauh dengan kondisi jalan yang rusak dan ongkos ojek yang tinggi membuat mereka sulit untuk datang urus dokumen kependudukan. Ini terjadi juga di banyak desa sehingga kita mulai tahun lalu melakukan sistim jemput bola untuk bantu mereka dapatkan dokumen kependudukan,”kata kadispendukcapil kabupaten TTS, Semly Fallo kepada Fakta TTS di ruang kerjanya, Jumat (2/2/2018).
 
Sistim Jemput bola yang dikenal dengan sebutan Jebol itu kata Semly dilalukan dengan membentuk tim kerja yang turun ke desa-desa untuk melakukan perekaman data terhadap warga yang belum memiliki dokumen kependudukan baik itu KTP,KK dan akta kelahiran. Tim ini berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan lembaga agama dalam memperoleh data penduduk yang belum memiliki dokumen kependudukan.
 
Setelah data kependudukan terekam kata Semly data tersebut dibawa ke kantor dispendukcapil untuk diproses pernerbitannya dan setelah terbit dokumen kependudukan tersebut kembali diantar oleh dinas ke warga di desa. “Kita lakukan ini dalam rangka mewujudkan program Nawacita presiden Jokowi. Dengan cara ini semua warga bisa lebih mudah dan tak perlu biaya untuk mendapatkan identitas kependudukan mereka. Khusus KTP kita rekam dan foto di desa baru diproses penerbitannya di dinas,”kata Semly yang menambahkan juga berkoordinasi dengan kepala desa dan lembaga agama dalam hal memberikan informasi kepada dinas soal warga yang belum memiliki dokumen kependudukan.
 
Dalam sistim Jebol itu juga kata Semly dibuatkan target tahunan untuk desa yang harus di datangi setiap tahun. “Setiap tahun kita targetkan 60 desa yang kita turun. Ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Tahun ini juga kita targetkan 60 desa. Lumayan dari cara ini dalam sehari kita bisa terbitkan 100 lembar KTP itu jika jaringan tidak terganggu. Kalau normal dari proses perekaman data sampai penerbitan itu hanya dua minggu. Kalau KK atau akta bisa satu atau dua hari sudah terbit, itu kalau saya sebagai kadis tidak berdinas keluar daerah,”katanya.
 
Sejauh ini tambah Semly pihaknya sudah merekam data 245.631 penduduk atau sekitar 72 persen dari jumah penduduk yang wajib ber-KTP sebanyak 342.323.
 
Dari jumlah itu terdekteksi ada 622 warga yang KTP-nya tidak bisa dicetak karena berdomisili ganda, ada 82 warga yang datanya eror saat direkam dan ada 5 warga yang bermasalah soal sidik jari.
 
Yang KTP-nya tidak bisa dicetak kata Semly pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk dihapus baru dilakukan proses ulang. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *