Formasi CPNSD TTS Diumumkan, Lamaran Harus Memuat Hal Ini

oleh -4.8K views
Kota SoE,Fakta TTS-Pemerintah kabupaten (pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mulai, Kamis (20/9/2018) hari ini mengumumkan formasi CPNSD tahun 2018 yang dibutuhkan. namun jadwal pendaftaran belum diumumkan karena masih menunggu jadwal dari BKN dan Kementerian Aparatur Negara (Menpan).
Detail formasi yang dibutuhkan dan syarat-syarat yang harus disiapkan pelamar dapat dilihat di website resmi pemkab TTS yakni ttskab.co.id
“Pengumuman formasi CPNSD mulai hari ini kita umumkan lewat website ttskab.co.id tapi jadwal pendaftaran belum karena belum ada jadwal dari BKN dan Menpan,”kata kepala BKD TTS, Linda Fobia di ruang kerja, Kamis pagi.
Dikatakan alokasi formasi CPNSD yang diperoleh pemkab TTS tahun ini sebanyak 385 formasi yang terbanyak tenaga pendidik 232 orang ditambah honorer K2 tiga orang, terbanyak kedua adalah formasi tenaga kesehatan terutama tenaga dokter yang akan ditempatkan di sejumlah puskesmas yang tidak ada dokter tetap. dari 30-an puskesmas di kabupaten TTS kata Linda hanya puskesmas Kota SoE dan Puskesmas Niki-niki yang punya dokter tetap.
Penentuan alokasi quota formasi oleh pemerintah pusat tersebut kata Linda mengacu pada rumusan nasional yakni 60 persen tenaga pendidik, 30 persen tenaga kesehatan dan 10 persen tenaga infrastruktur lainnya. alokasi CPNSD tahun ini diakui Linda masih jauh dari kebutuhan daerah.
Sehingga pihaknya berharap ada peran DPRD TTS untuk mengkonsultasikan itu ke pemerintah pusat melalui fraksi-fraksi partai politik di DPR RI.
“TTS butuh 2000-an ASN lagi. awalnya pegawai kita 8000 orang sekarang 6000-an orang saja. kami minta DPRD TTS lewat fraksi partai di pusat untuk bisa memperjuangkan ini,”katanya.
Meski jadwal pendaftaran belum ada namun Linda menyampaikan dalam pengajuan lamaran nanti, pelamar langsung menuliskan atau memuat jabatan yang dilamar dan juga instansi yang dilamar dalam lamarannya. “misalnya kalau lamar jadi guru maka disitu harus ditulis sekolah mana, begitupun untuk tenaga kesehatan dan tenaga infrastruktur lain. kalau lamar untuk jadi dokter harus jelas untuk puskesmas mana. kalau mau lamar jadi auditor harus disampaikan pula instansinya, jadi lokusnya harus jelas,”katanya.
Ia menambahkan penentuan kelulusan akan sangat ditentukan oleh peserta test sendiri karena kelulusan akan ditentukan dengan melihat Passing grade atau nilai ambang batas kelulusan sesuai ketentuan dalam
Permenpan nomor 37 tahun 2018. “yang passing gradenya tertinggi pasti lulus, semua tergantung peserta test saja. jadi kali ini tidak ada celah intervensi pejabat di daerah dalam penentuan kelulusan karena semua serba transparan. antar peserta saja bisa saling tahu, berapa yang melamar di jabatan itu dan berapa nilai mereka,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *