Kejari TTS Bentuk Tim ‘Pakem”, Apa Tujuannya?

oleh -1.6K views
Kota SoE,Fakta TTS-Kejaksaan negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) membentuk Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) kabupaten TTS. Tim Pakem terbentuk dalam rapat bersama instansi terkait di kantor Kejari TTS, Kamis (18/10/2018).
Usai rapat kepada wartawan Kajari TTS, Fachrizal,SH menjelaskan pembentukan tim Pakem kabupaten TTS berdasarkan Surat keputusan Kepala Jaksa agung nomor 004 tahun 1994 tentang pembentukan tim koordinasi pengawasan aliran kepercayaan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan  peraturan Jaksa agung nomor: per-019/A/JA/09/2015 tentang aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat.
Dikatakan pembentukan tim Pakem ini bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi penyelewengan ajaran agama yang dianggap sebagai ajaran-ajaran pokok oleh para pemuka agama yang bersangkutan, Melindungi ketenteraman beragama dari penodaan/penghinaan serta dari ajaran-ajaran untuk tidak memeluk agama yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
Tugas tim Pakem jelas Kajari Fachrizal adalah menerima dan menganalisa laporan dan atau informasi tentang aliran kepercayaan masyarakat atau aliran keagamaan, Meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketenteraman umum dan Mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tanggungjawab.
Sementara fungsi Pakem sesuai peraturan Jaksa agung tersebut adalah menyelenggarakan rapat baik secara terbuka maupun tertutup sewaktu waktu jika dibutuhkan, Menyelenggarakan pertemuan, konsuktasi dengan instansi dan badan lainnya yang dipandang perlu baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah sesuai kepentingannya dan Mengadakan pertemuan dengan penganut aliran kepercayaan atau aliran  keagamaan yang dipandang perlu.
Struktur tim Pakem kabupaten TTS yakni Kajari TTE sebagai ketua merangkap anggota, Kepala seksi intelijen (Kasie) Intel sebagai wakil ketua merangkap anggota, staf seksi intelijen Kejari TTS sebagai sekretaris merangkap anggota.
Untuk anggota diambil masing-masing satu orang dari pemda TTE, Kodim 1621/TTS, Polres TTE, kementeria agama kabupaten TTE,  dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS, kantor Kesbangpolinmas dan persandian kabupaten TTS dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten TTS. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *