Kinerja Layanan di RSUD SoE, Dari 19 Ruangan Hanya 1 Yang Baik

oleh -1.5K views
Kota SoE, Fakta TTS-Manajemen RSUD SoE bekerjasama dengan STKIP SoE selama seminggu telah melakukan survei terkait pelayanan kesehatannya kepada masyarakat pengguna layanan.
Survei ini untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan kesehatan yang dilakukan RSUD SoE.
Hasilnya dari 19 ruangan atau unit layanan di RSUD SoE hanya satu ruangan yang kinerja layanannya baik.
Unit layanan yang berkinerja baik adalah ruang Mawar sementara 18 ruangan layanan yang berkinerja kurang baik yakni ruang Melati,Perona, Ponek, Bougenville, Anggrek, Politik gigi, Poli bedah,poli interna, depo sentral, poli anak, poli oebidanan, radiologi, laboratorium, loket JKN, Poli mata, ruang VIP, depo IGD dan Loket umum.
Direktur RSUD SoE, dr. Ria Tahun kepada Fakta TTS usai pengumuman hasil survei STKIP SoE tersebut mengatakan survei selama seminggu dengan mengambil sampel pasien dan keluarga yang tengah dalam pelayanan tersebut cukup mengagetkan para karyawan ruangan karena survei dilakukan diam-diam tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. “Mereka (pelayan medis) kaget karena mereka tidak tahu ada survei, hasilnya ya seperti itu hampir semua ruangan pelayanannya kurang baik,”kata Ria Tahun.
Hasil tersebut kata Ria akan menjadi bahan evaluasi pihak manajemen untuk memperbaiki layanan kedepannya. “Survei ini kan enam bulan sekali jadi dari hasil survei kali ini kita jadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan kedepannya. Mudah-mudahan survei berikut hasilnya tidak seperti ini lagi,”katanya.
Sementara Agnes Mbae, petugas layanan dari ruang Anggrek, salah satu ruangan yang berkinerja buruk terkesan keberatan dengan hasil survei tersebut. Survei yang dilakukan hanya seminggu dengan sampel dari sebagian kecil jumlah pasien yang berobat dalam enam bulan dianggap tidak menyajikan kondisi sebenarnya dari pelayanan yang dilakukan. “Apakah ini sudah mewakili seluruh masyarakat yang berobat dalam enam bulan. Survei ini kan hanya satu Minggu dan sampelnya hanya beberapa pasien dan keluarga yang  saat survei mereka sementara  diruang pelayanan. Nah apakah pasien dan keluarga  korban yang saat survei itu ada sudah mewakili pasien dan keluarga yang kita layanani dalam enam bulan,”kata Mbae yang menolak kalau dikatakan apa yang disampaikan itu sebagai ungkapan ketidakpuasan atau kekecewaan terhadap cara survei tersebut.
“Kecewa atau pertanyakan cara survei  itu saya pikir tidak juga ya tapi  menurut saya kalau mau survei ya satu Minggu satu kali surveu selama enam bulan itu jadi lebih lama dan sampel yang diambil juga lebih banyak, bukan satu dua pasien saja,”katanya.
Survei tersebut dilakukan dengan mewancarai langsung pasien dan keluarga yang sementara dalam pelayanan.
Ada sembilan indikator dari kementerian yang dipakai untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit yakni persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, biaya/tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan dan sarana prasarana.(jmb)
_____________________
Foto: dr. Ria Tahun dan Agnes Mbae

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *