Pendemo Gagal Bertemu Petinggi Polres TTS

oleh -2.6K views
Kota SoE, Fakta TTS-Massa Aliansi kemanusiaan yang berunjuk rasa, Senin (16/4/2018) di depan Mapolres Timor Tengah Selatan (TTS) menuntut pengungkapan kasus kematian Marthen Kana, dosen Akper Maranatha SoE dan sejumlah kasus lain, gagal bertemu petinggi Polres TTS. Ini karena kedua kubu tidak bersepakat soal jumlah utusan pendemo yang bertemu pihak Polres untuk beraudien soal tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut.
Pihak Polres hanyan bersedia menerima lima orang utusan massa yakni tiga dari aliansi dan dua dari utusan keluarga korban sementara demonstran menginginkan paling sedikit 10 orang utusan yang bertemu Kapolres atau wakapolres.
Karena tidak jadi beraudien, pendemo akhirnya memilih membacakan pernyataan sikap mereka di pintu gerbang Mapolres. Pernyataan sikap yang memuat kronologi kejadian itu dibacakan setelah massa berorasi sekitar dua jam sejak pukul 12.41 wita. Massa baru meninggalkan pintu gerbang Mapolres TTS pukul 14.45 wita. Sebelum beranjak massa berdoa bersama di pintu gerbang Mapolres TTS.
“Karena kita ditolak maka kami akan bawa hal ini ke Polda NTT,”kata Yerim Yos Fallo, koordinator aksi dari Pospera TTS.

Djaga Lazarus, kabag Humas Polres TTS saat menyampaikan keinginan pihak Polres kepada pendemo di gerbang Mapolres mengatakan pihaknya tidak menolak kehadiran demonstran untuk bertemu petinggi Polres. Mereka menginginkan hanya melakukan pertemuan dengan lima utusan pendemo karena pertimbangan kapaitas ruangan pertemuan di ruangan kerja wakapolres.

Massa sempat meminta agar pertemuan di lakukan di halaman Mapolres namun itu tidak dipenuhi pihak Polres.
Wakapolres Kompol Herman Bessie yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya juga mengatakan seperti yang disampaikan Djaga Lazarus kepada demonstran. “Kami siap ketemu lima orang saja, tiga dari aliansi dan dua dari keluarga korban tapi mereka tidak mau ya sudah. Rekan-rekan lihat sendiri ruangan saya ini, apa bisa tampung mereka semua?,”kata kompok Marten Bessie yang keberatan jika disebut polisi menolak bertemu massa pendemo.
Ia mempersilahkan para pendemo untuk membawa aspirasi mereka ke Mapolda NTT. “Silahkan saja ke Polda, itu hak mereka,”katanya. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *