PT.WK & PT.NK Bangun Bendung Temef, Bupati Mella: “Libatkan Masyarakat”

oleh -3.9K views
Oenino, Fakta TTS-Dua perusahaan konstruksi nasional, PT.Waskita Karya (WK) dan PT. Nindi Karya (NK) memulai pekerjaan pembangunan bendungan Temef di desa Oenino kecamatan Oenino kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pekerjaan diawali pembersihan lokasi yang dilakukan mulai Jumat (12/1/2018).
 
Bupati TTS, Ir.Paul Mella,M.Si dalam acara ibadah syukuran dan prosesi adat pembangunan tersebut, Kamis (11/1/2018) di lokasi pembangunan mengingatkan kepada kedua perusahaan plat merah itu agar melibatkan masyarakat lokal dalam pelaksaan pembangunan bendungan terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT) tersebut.
“Masyarakat disini perlu dilibatkan dalam pekerjaan ini sesuai dengan kemampuan yang mereka punya, yang bisa menyetir dipakai untuk sopir, yang bisa sapu-sapu ya bisa dipakai untuk sapu-sapu di kantor,”katanya.
 
Bupati Mella juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung pekerjaan tersebut hingga selesai dengan menciptakan suasana aman dilingkungan sekitar proyek.
Pembangunan bandung tersebut kata bupati merupakan anugerah dari Tuhan untuk masyarakat TTS karena itu perlu didukung dan dijaga karena punya banyak manfaat bagi masyarakat banyak terutama masyarakat setempat.
 
Ada lima manfaat yang disebut bupati Mella dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dengan adanya bendungan tersebut yakni penyediaan air baku bagi masyarakat, Irigasi pertanian 4.500 hektare, penyediaan listrik 2 megawatt dari kebutuhan TTS sebesar 5 megawatt, Budidaya perikanan dan Pariwisata.
“Kita perlu mendukung pekerjaan ini hingga selesai dengan baik dan kita rasakan manfaatnya. Ini anugerah Tuhan sehingga kita perlu jaga karena ini sampai anak cucu kita,”katanya.
 
Agasi Yudha, tenaga Tekhnis PT. WK memastikan warga lokal yang dianggap mampu akan dilibatkan dalam pekerjaan proyek itu karena hal tersebut sudah menjadi kebijakan perusahaan.
“ada kebijakan perusahaan untuk libatkan tenaga lokal. Kita tidak tutup diri. Kami akan pakai sesuai keahlian,”katanya.
Pengalaman PT. WK dibeberapa proyek besar kata dia tenaga lokal dipakai sebagai pekerja harian seperti monitoring dan pengamanan.
Proyek itu bernilai Rp 1,6 triliun dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Dari jumlah itu PT.WK kata Agasi hanya mengerjakan item pekerjaan bernilai Rp 900 miliar dan sisanya oleh PT.NK.
Pekerjaan tersebut akan berlangsung hingga tahin 2022. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *