Warga Desa Bena Datangi Inspektorat, Tanya Tindaklanjut Temuan

oleh -2.6K views
Bena, Fakta TTS-Warga desa Bena kecamatan Amanuban selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempertanyakan tindaklanjut temuan inspektorat kabupaten TTS soal dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 96 juta yang hingga kini tidak jelas diketahui mereka.
Pada tanggal 17 Maret 2018 kemarin, mereka bersurat ke bupati TTS, Ir. Paul V.R Mella,M.Si dan inspektorat kabupaten TTS meminta penjelasan terkait tindaklanjut temuan tersebut. Kemudian Senin (26/3/2018) mereka di undang Inspektorat untuk mendapat penjelasan dari kepala Inspektorat Yakobis Nahas soal isi surat mereka tertanggal 17 Maret 2018 tersebut.
Warga yang bertemu inspektur Yakobis Nahas diantaranya Esa Nabuasa, Jenly Dethan, Salmun Dahoklori, Martin Atonis, Paulinus Tateni, Steven Nes dan Des Musu.
Esa Nabuasa perwakilan warga kepada Fakta TTS sebelum pertemuan mengatakan pada tahun 2011 kemarin tim inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan ADD tahun 2011 di kantor desa Bena. Saat itu kata Esa sejumlah aparat pemerintah desa termasuk kepala dusun, ketua RW dan ketua RT juga hadir.
Dalam pemeriksaan tersebut kata Esa ada sejumlah indikasi kejanggalan yang terungkap diantaranya soal dana bantuan untuk pengadaan Kacang Hijau dan Bawang untuk warga dan insentif bagi para aparat desa.
Esa yang waktu itu sebagai kepala dusun 03 dan Salmun Dahaklori ketua RT 01 mengatakan dalam pertemuan terungkap kalau dana pengadaan bawang dan kacang hijau sudah dimanfaatkan karena ada pertanggungjawabannya padahal setahu mereka dalam tiga tahun berturut-turut warga tidak pernah menerima bantuan bawang maupun kacang hijau. Untuk insentif ketua RT, kata Dahaklori, dalam pertanggungjawaban penggunaan dana ia melihat ada tandatangannya di bukti penerimaan padahal dia tidak pernah menerima insentif Rp 300 ribu/bulan dan ia juga tidak pernah menandatangani bukti penerimaan tersebut.
Sampai di kantor inspektorat warga tidak langsung bisa bertemu dengan kepala inspektorat. Di ruang tunggu, mereka dihampiri Tonce Sakan, sekretaris Inspektorat. “Sambil tunggu (warga) yang belum hadir, kami siapkan data dulu. Kemarin undangan kita untuk 17 orang. Kita tunggu yang lain supaya sekalian bertemu pimpinan,”kata Tonce.
Karena tidak ada warga lain yang datang setelah ditunggu sekitar 20 menit, Esa dan warga yang ada dipersilahkan bertemu inspektur Yakobis Nahas di ruang kerjanya.
Saat itu desa Bena di kepalai oleh L.B Nabuasa yang telah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu. Sementara yang menjabat sekretaris desa adalah Charles Nabuasa yang pada Pilkades 13 Maret 2018 kemarin terpilih jadi kades Bena dan bendahara dijabat oleh Daniel Nau.
Pihak inspektorat belum dikonfirmasi soal i i karena hingga berita ini diturunkan pertemuan masih berlangsung antara kepala inspektorat dan warga di ruang kerjanya. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *