Warga Oenai Susah Air, Proyek APBD dan DD Tak Berfungsi

oleh -2.2K views
Kota SoE,Fakta TTS-Warga dusun B desa Oenai kecamatan KiE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai merasakan kesulitan mendapatkan air untuk dikonsumsi karena sumber air OeEtu yang dimanfaatkan selama ini sudah mengering.
Ada proyek jaringan air bersih yang dibangun pemerintah menggunakan dana APBD II tahun 2016 dan proyek sumur Bor dari Dana Desa (DD) tahun 2017 lalu namun hasil kedua proyek tersebut tidak dirasakan warga.
“ada pipa air yang disambung dari mata air di Oinlasi ke reservoar besar di dalam desa tapi air tidak mengalir. reservoar tidak ada air mulai selesai dibangun. tahun lalu ada bangun sumur bor pakai dana desa tapi air tidak ada. jadi kami di dusun B itu sekarang harap air dari mata air OeEtu tapi itu sudah mulai kering kami sekarang antri untuk dapat air tapi tidak semua bisa dapat air karena air sedikit,”kata Marten Nautani didampingi Martinus Taopan di redaksi Fakta TTS, Selasa (8/5/2018).
Dikatakan sejak April kemarin air sudah sulit didapat dari sumber air tersebut. masyarakat yang tidak kebagian air dalam antrian mengambil air di sumber itu terpaksa membeli air jerigen yang dijual keliling oleh warga dari desa Supul kecamatan Amanuban barat.
satu jerigen isi 20 liter kata Marten dijual dengan harga Rp 3.000. “kalau yang ada uang dia beli air satu jerigen tiga ribu. ada yang belum punya uang mereka hutang nanti ada uang baru bayar,”kata Martinus Taopan
Martinus mengaku jika tidak kebagian air dalam antrian ia juga membeli air jerigen. ia biasanya membeli lima jerigen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air selama dua hari.
Keduanya berharap jaringan pipa air dan reservoar tersebut dapat dimanfaatkan dan proyek sumur bor kembali diadakan jika memang sumur bor yang diadakan tahun lalu tak bisa dimanfaatkan lagi.
Ruba Banunaek, anggota DPRD TTS asal Amanatun mempertanyakan proyek jaringan pipa tersebut. “disitu saya tahu ada proyek jaringan air bersih dan reservoar dari dinas PU yang dibangun sekitar dua tahun lalu. kenapa sejak selesai dibangun air tidak mengalir tentu ada yang salah,”katanya.
Ia meminta dinas PU kabupaten TTS untuk segera memeriksa dan memperbaiki fisik proyek pipa air tersebut. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *