“Ada Aktor Intelek Dibalik Kasus RSP Boking ?”, Bripka Rudi Soik Diminta Kembali

oleh -2.2K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Dari kantor Kejari TTS, Massa pendemo menuju Markas Polres TTS. Di Mapolres TTS, massa tidak diijinkan masuk. Massa disambut Kabag OPS, AKP Anjasmara, kasat Serse Iptu Jamari dan sejumlah Kabag dan kasat di gerbang Mapolres TTS.
Orasi dan dialog antara pendemo dan petinggi polres TTS berlangsung di gerbang Mapolres.
Massa menuntut penanganan kasus korupsi dan sejumlah kasus lain oleh penyidik Polres TTS dilakukan secara obyektif dan tidak lompat-lompat dalam penetapan tersangka.
Kasus penyelidikan RSP Boking menjadi salah satu kasus yang dianggap penting dituntaskan secara obyektif oleh penyidik polres TTS.
Dalam orasinya, Fredik Kase dan Yerim Yos Fallo, menyampaikan diduga ada aktor intelektual yang bermain dalam pelaksanaan proyek RSP Boking. indikasinya bisa dilihat dari pengalihan dana DAU untuk membiayai proyek RSP Boking yang dibiayai DAK, pencairan anggaran seratus persen saat fisik belum 100 persen dan ada item pekerjaan yang diduga tidak dikerjakan namun dananya dicairkan.
Ujung dari permainan aktor intelektual tersebut rakyat korban. uang negara belasan miliar habis percuma  karena bangunan RSP Boking mengalami kerusakan usai di resmikan beberapa bulan lalu. pelayanan kesehatan di RSP tersebut pun tidak optimal dirasakan masyarakat.
Kepindahan penyidik kasus itu, Bripka Rudi Soik ke Polda NTT ditengah penyelidikan berjalan juga dicurigai adanya intervensi pihak tertentu yang tidak ingin kasus itu dituntaskan secara obyektif. Massa menuntut Bripka Rudi Soik ditarik kembali ke Polres TTS untuk menuntaskan penanganan kasus itu.

“Kenapa Rudi Soik dipindahkan. Ini ada apa, kami menduga ada intervensi pihak tertentu terkait penanganan kasus ini. Kami minta Rudi Soik kembali.kami ingin kasus RSP boking dituntaskan dengan seadil-adilnya,”teriak Yerry Fallo.

Menanggapi itu kabag Ops AKP Anjasmara menjamin penanganan semua kasus di Polres TTS termasuk RSP Boking akan berjalan sesuai prosedur dan obyektif.
Kepindahan Bripka Rudi dikatakan adalah Bagian dari kebijakan pimpinan Polri. “Perlu diingat bahwa pindahnya bripka Rudi tidak menghambat penyidikan perkara yang ditangani Polres, karena kasus itu ditangani oleh tim bukan perseorangan. Kasat reskrim dan jajarannya akan tindaklanjuti penanganan kasus itu hingga tuntas,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *