Beri Informasi Narkoba ke BNN NTT, Dapat Uang

oleh -4.1K views
Kota SoE,Fakta TTS-Dalam upaya memeberantas peredaran Narkotika dan obat terlarang (Narkoba) Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) punya satu cara lagi. sejumlah dana telah disiapkan untuk diberikan kepada warga atau masyarakat yang menginformasikan ke BNN NTT soal indikasi adanya peredaran narkoba di wilayahnya.
“Yang kasih informasi ke kami (BNN) soal indikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya dapat uang. Uang informan. Ini resmi dan halal karena ada anggarannya,”kata kepala BNN provinsi NTT, Teguh Iman Wahyudi, ketika berbicara di hadapan sejumlah pejabat ASN, anggota TNI dan Polri yang menghadiri Rapat sinergitas dengan isntansi terkait lingkup Pemda TTS dalam rangka advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba di ruang rapat sekretaris daerah (sekda) Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (12/3/2019).
Teguh Iman Wahyudi tidak menyampaikan besaran imbalan yang akan diberikan kepada informan yang menyampaikan informasi dimaksud ke BNN, namun dikatakan jika informasi yang disampaikan itu terungkap kebenarannya maka uang tersebut langsung diberikan.
Informasi yang diberikan kata Wahyudi bisa langsung diberikan melalui layanan telepon. Sejumlah nomor telepon seluler pejabat BNN NTT disampaikan Wahyudi dalam rapat tersebut termasuk nomor telepon selulernya 0811948818,
Kabid pemberantasan Dony Bramantyo 08233926200, kasie pencegahan Markus Raga Djara SH,Mhum 08113825604 dan sejumlah nomor telepon pejabat lain di BNN NTT. “Bisa telepon langsung ke nomor-nomor ini, nama, tempat tinggal dan indikasinya seperti apa harus jelas karena ini bagian dari tanggungjawab kita semua sebagai warga negara dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah kita,”kata Iman Wahyudi yang menunjukan sejumlah nomor kontak yang terpampang di monitor.
Setelah penyampaian Teguh Iman Wahyudi, Kabid pencegahan dan pemberdayaan masyarakat( daya mas) BNN provinsi NTT, Ir. Yosef Gandhi menyampaikan perlu ada sinergitas antar semua elemen pembangunan di daerah dalam memberantas peredaran narkoba.
Daerah dikatakan perlu proaktif dalam mendukung
Program Pencegahan dan Pemberantasan dan Peredaran narkoba (P4GN) yang digalakkan BNN.
Salah satu Partisipasi pemerintah kata Yosef melalui instansi terkait bisa dianggarkan dana sosialisasi pencegahan bahaya narkoba ke masyarakat sebagai bentuk aktualisasi program P4GN di daerah. Bahkan dana desa pun kata Yosef bisa dialokasikan untuk maksud itu karena pihak kementerian desa sudah menyepakati itu dalam pertemuan dengan BNN beberapa waktu lalu.
Rapat tersebut tambah Yosef
dimaksud untuk membangun pemahaman dan persepsi yang sama tentang pentingnya peran dan partisipasi instansi pemerintah  dan swasta dalam pelaksanaan Program P4GM tersebut.
Program P4GN tersebut dilakukan karena maraknya peredaran narkoba di Indonesia dengan sejumlah faktor penyebab diantaranya karena rendahnya pelaporan masyarakat tentang narkoba, belum optimalnya peran serta pemerintah dan swasta, lemdik, LSM, kurangnya efek jera hukuman bagi pelaku dan sejumlah penyebab lain.(jmb)
__________________
Foto: Teguh Iman Wahyudi (berdiri) saat berbicara dalam rapat di ruang rapat sekda TTS, Selasa (12/3/2019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *