Kades Sono Cari Bos Toko Persada, Untuk Apa?

oleh -2.8K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Kepala desa Sono kecamatan Amanatun Utara,kabupaten TTS,  Elkana Boti kini tengah dalam upaya penyelesaian laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dana desa tahun 2018 lalu.
Meski tahun 2019 hampir berakhir namun administrasi pertanggungjawaban penggunaan dana desa Sono belum bisa diterima pihak Dinas PMD kabupaten TTS karena dianggap belum memenuhi syarat administrasi pertanggungjawaban.
Kades Elkana pun kini disibukan dengan pencarian bukti pendukung laporan pertanggungjawaban dana desa tahun 2018 yang harus dibuat.
Kabarnya pada Kamis (28/11/2019) Kades Elkana Boti mendatangi toko Persada SoE untuk bertemu pemilik toko guna meminta tandatangannya. Namun tidak ketemu.
Tandatangan pemilik toko Persada dikabarkan menjadi alasan kades Elkana mencari bos toko persada. Ada sejumlah item bahan bangunan berupa semen dan barang lain yang sebelumnya dibeli dari toko Persada.
Kabarnya kwitansi atau nota pembelian semen dan barang lain yang sudah diberikan oleh toko Persada saat pembelian beberapa bulan lalu berbeda angka atau nilainya dengan administrasi pertanggungjawaban yang dibuat desa. Sehingga pihak desa diduga hendak menemui toko Persada SoE untuk membuat kwitansi atau nota pembelian yang nilainya sama dengan administrasi SPJ yang telah dibuat sebelumnya. Namun kedatangan kades Sono tidak berhasil bertemu pemilik toko Persada karena sementara berada di luar daerah.
Lewat sambungan telepon, Aci Merry, pemilik toko Persada menginformasikan kades Sono telah menghubunginya meminta untuk mengeluarkan kwitansi pembelajaan Semen sebanyak 770 sak padahal semen yang dibeli beberapa bulan sebelumnya oleh desa Sono hanya sebanyak Rp 445 sak.
Aci Meri mengatakan ia menolak permintaan kades Elkana untuk menaikan jumlah semen yang dibeli oleh desa tersebut.
“Masa dia (Kades Sono) beli semen hanya 445 sak terus mau minta saya kasih kwitansi 770 sak semen. Itu coba pak wartawan bayangkan. Makanya saya bilang ke dia, saya tidak akan kasih kwitansinha,” ungkap Aci Meri yang mengaku sedang berada di Malaysia.
Aci Meri menambahkan bahwa desa Sono masih berhutang kepadanya sebanyak Rp 10 juta dari semen dan sejumlah barang lain yang dibeli.
Kades Elkana yang dikonfirmasi pertelepon, Jumat (29/11/2010) malam membenarkan bahwa sebelumnya ia ke toko Persada namun Aci Merry tidak berada di tempat, Sementara di Surabaya.
Ia mengatakan kedatangannya itu untuk meminta tandatangan pihak toko Persada terkait dengan SPJ yang mau dibuat.
Ia mengakui kalau saat pembelian beberapa waktu sebelumnya pihaknya sudah mendapatkan nota belanja dari toko tersebut namun karena saat itu nilai pembeliannya belum dipotong pajak sehingga kedatangannya kali ini untuk meminta tandatangan toko Persada pada dokumen yang dibutuhka  untuk SPJ setelah dipotong pajak.
Ia mengaku memiliki nota pembelian semen dari toko Persada. Dan dalam nota tersebut jumlah semen yang dibeli sebanyak 776 sak. “Nota dari toko (Persada), ada disini semua. Untuk semen yang kami beli 776 sak tapi waktu itu belum potong pajak, sehingga yang kami mau buat di SPJ ini kwitansi setelah potong pajak,”kata Kades Elkana melalui telepon.
Sementara berdasarkan kopian berita acara hasil klarifikasi mengenai SPJ dana desa Sono yang diperoleh wartawan tampak jelas bahwa SPJ dana desa Sono belum beres, diantaranya pembelian semen 770 sak yang tidak berkwitansi, pembelian kumbang 110 buah, dana HOK sebesar 81 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Dari itu kades Elkana Boti diwajibkan menyelesaikan persoalan tersebut paling lambat hari Jumat 29 November 2019 dan SPJ-nya dimasukan ke Dinas PMD. Apabila kepala desa tidak menyelesaikan kewajibannya sampai dengan waktu yang tentukan maka Kepala Desa Sono diberhentikan sementara sampai dengan SPJ diselesaikan. Berita acara tersebut ditanda tangani oleh Kepala Desa Sono Elkana Boti, Frans Napa (Sekdes).(Pau/jmb)
_________________
Foto: kades Sono, Elkana Boti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *