Proyek Rp 8 Miliar PKPAM NTT di Kabupaten TTS Bermasalah

oleh -1.8K views

Kota SoE,fakta-tts.com – Proyek pembangunan jaringan air bersih bernilai Rp 8 Miliar dari satuan kerja (satker) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PKPM) Nusa Tenggara Timur (NTT) di kecamatan KiE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bermasalah.

Proyek jaringan air bersih dari kampung Oeniak-desa Bele hingga desa Oinlasi kecamatan KiE yang dikerjakan tahun 2013 lalu itu dikatakan bupati TTS, Egusem Piether Tahun, bermasalah karena tidak bisa dinikmati manfaatnya oleh warga setempat.
Kepada wartawan di kantor bupati TTS, Senin (13/5/2019), bupati Egusem Tahun mengatakan saat pihaknya melakukan kunjungan kerja ke wilayah itu beberapa waktu lalu, ada warga yang menyampaikan  kalau sejak proyek itu selesai dikerjakan air tidak pernah di nikmati, namun ada juga warga yang mengatakan air sempat jalan beberapa waktu kemudian tidak lagi hingga kini.
“Itu proyek bermasalah karena tidak dinikmati manfaatnya oleh masyarakat,”katanya.
Dikatakan pihaknya melihat ada persoalan tekhnis terkait pelaksanaan proyek itu. Ini dilihat dari ada dua hidran umum atau bak penampung air yang dibangun berdekatan dari sumber anggaran berbeda.
Setelah proyek itu diserahkan PKPAM ke Pemda TTS tambah  bupati Eppy Tahun (sapaan Egusem Tahun), PKPAM NTT bangunan lagi bak penampung air yang lain padahal di titik yang sama sudah ada bangunan yang sama yang dibangun Pemda TTS lewat dinas terkait. Letak kedua Bak penampung ini dikatakan berdekatan. “Bak sudah dibangun Pemda lewat dinas tekhnis namun ada bak satu lagi yang dibangun PKPAM yang berjarak satu meter, ini perencanaannya bagaimana?,”katanya.
Dari persoalan jaringan air yang tidak bisa dimanfaatkan itu tambah Bupati Eppy Tahun, pada tahun 2018 kemarin, dinas PRKP mengalokasikan anggaran Rp 350 juta untuk perbaikan namun konyolnya persoalan itu tidak teratasi.
“dari masalah itu kemudian Pemda lewat dinas tekhnis anggarkan Rp 350 juta tahun 2018 lalu untuk mengatasi persoalan itu namun konyolnya air tetap tak bisa dinikmati warga,”katanya.
Dikatakan salah satu fokus pelayanannya adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat sehingga ia akan terus berupaya agar proyek itu punya manfaat bagi masyarakat, seperti halnya proyek jaringan air bersih di OeEkam kecamatan Amanuban timur yang selama 15 tahun tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jaringan air bersih itu baru bisa dimanfaatkan warga beberapa bulan lalu setelah upaya keras dilakukan.
Soal proyek air bersih di Bele-Oinlasi itu, kata Eppy Tahun silahkan ditelusuri aparat hukum namun pihaknya tetap berupaya keras agar manfaatnya bisa dinikmati warga.
“Aparat hukum kalau mau masuk, silahkan saja itu hak mereka, tapi kami akan tetap berupaya agar proyek itu manfaatnya dirasakan masyarakat,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *