PT. Marobeni Heloim Tunggak Jasa Pekerja Jaringan Listrik di TTS, Nilainya Rp 877 juta

oleh -5.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com – PT. Marobeni Heloim menunggak pembayaran jasa sekitar 100 orang pekerja jaringan lsitrik di sejumlah desa di kabupaten Timor Tengah Seatan (TTS), NTT. Besaran tunggakan jasa para pekerja yang belum dibayar kata Timo Onisius Sapai, pekerja asal desa Noemuke, sebesar Rp 877 juta lebih untuk pemasangan jaringan di desa OeUe kecamatan Kuatnana, Nifukani kecamatan Amanuban barat, desa Oekiu kecamatan Amanuban selatan, desa Nomeuke kecamatan Amanuban selatan, desa Oebaki kecamatan Noebeba, desa Bisene kecamatan Molo selatan, desa Bikekneno kecamatan Molo selatan dan Aisio desa Nunusunu kecamatan Kualin.
Besaran tunggakan itu terhitung sejak tahun 2017 lalu hingga kini.

“jasa pemasangan jaringan listrik yang belum dibayar untuk kami sekitar 100 orang itu sebesar Rp 877.300.000. itu dari tahun 2017-2019 ini,”kata Timo di redaksi fakta-tts.com, Jumat (15/11/2019).
Dikatakan Timo, tahun 2018 lalu, Marten Nokas, yang mendapat sub kerja dari Nina Sjarifuddin direktur PT Marobeni Helium, sudah megadukan hal itu ke dinas Nakertrans NTT namun penyelesaiannya tidak jelas.
Dari situ kemudan ia dan beberapa rekan pekerja mengadu ke Polres TTS tanggal 2 Oktober 2019. Namun di polisi hanya dibuat surat pernyataan bermeterai 6.000 di hadapan polisi.
“Kami sempat mengadu ke polisi tanggal 2 Oktober 2019, disana dibuat pernyataan diatas meterai yang ditandatangani ibu Nina dan Marten. Sesuai pernyataan itu tiga hari kemudian akan dibayar. Hanya belum juga, Kami masih ikuti mereka,”katanya.
Dikatakan Timo, mereka Para pekerja sebelumnya sudah berulang kali meminta pembayaran uang jasa itu ke  Nina Sjarifudin dan Marten Nokas namun mereka selalu di ‘ping pong’. “Ibu Nina bilang kita ketemu pak Marten, pak  Marten bilang ke ibu Nina. Kami diminta kesana-kemari, kami jadi pusing makanya kami ke polisi,”kata Timo.
Nina Sjarifudin dua kali ditelepon untuk dikonfirmasi namun tidak merespon panggilan fakta-tts.com.
Marten Nokas yang dikonfirmasi lewat telepon membenarkan kalau ia telah mendapat sub pekerjaan jaringan itu dari Nina Sjarifudin dan dia yang berhubungan dengan para pekerja jaringan tersebut.
Namun kata Marten, ia belum bisa menunaikan pembayaran jasa para pekerja secara utuh karena ia juga baru mendapat pembayaran 20 persen dari kontrak dengan Nina Sjarifudin sebesar Rp 1,116 miliar.
Ia mengakui ada pernyataan tertulis yang dibuat bersama Nina di Polres TTS tanggal 2 Oktober 2019 tersebut. Namun pihaknya belum bisa menunaikan kewajiban bagi para pekerja karena masih menghitung besaran persis uang jasa yang harus dibayarkan kepada pekerja. Marten juga mengatakan ia belum menerima pembayaran utuh dari Nina sehingga belum membayar jasa pekerja. Nokas mengatakan saat ini pekerjaan terhenti sementara.(jmb).
______________
Foto 1: Timo Sapay
Foto 2 dan 3: Surat pernyataan Nina Sjarifudin dan Marten Nokas.

One thought on “PT. Marobeni Heloim Tunggak Jasa Pekerja Jaringan Listrik di TTS, Nilainya Rp 877 juta

  1. Sy agus anwar dan kawan kawan pekerja harian Pt.Marubeni heloim dari bandar lampung.. Skarang bekerja disumba.. Pekerjaan kami tlah selesai.. Kami minta upah krja tidak diberi.. Kami ditahan sdah hampir 2minggu.. sampai sekarang kami tinggal di kost waingapu tidak dkasih mkan.. Sampai kami bingung kluarga mna lgi yg bisa dhubungin buat dimintain uang buat kami mkan dsini.. Hitungan krja ibu nina tidak mau.. Mulangkan kami ke kampung dia tidak mau.. Kami dsuruh bekerja seperti jaman jepang tidak dgaji tidak di beri makan.. Ibu nina bukan manusia. Gk punya hati itu org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *