Puluhan warga Nule Masih Dirawat, dr. Ria :”Pengolahan Bahan Makanan Perlu Diperhatikan”

oleh -1.1K views
Kota SoE, Fakta TTS-Lebih dari 30 orang warga desa Nule kecamatan Amanuban Barat kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, korban dugaan keracunan makanan hingga Selasa (8/1/2019) siang masih menjalani perawatan intensif di RSUD SoE, puskesmas Nule dan posko  pelayanan di salah satu gereja di Nule.
Mereka mendapat penanganan medis karena mengalami demam, muntah dan mencret  usai makan malam bersama dalam acara syukuran Natal di rumah salah seorang warga di RT 24 RW 05, Minggu (6/1/2019) malam.
Direktur RSUD SoE, dr. Ria Tahun mengatakan hingga Selasa pagi jumlah pasien yang dirawat inap di RSUD SoE mencapai 34 orang baik dewasa maupun anak-anak. Satu pasien sudah dipulangkan. Jumlah tersebut belum termasuk yang dirawat di Puskesmas Nule dan Posko pelayanan. “Kebanyakan korban masih berusia anak-anak, ada sekitar 15 orang anak yang dirawat disini, belum termasuk yang di posko di lokasi kejadian,”katanya.
Hasil diagnosa RSUD SoE diduga kuat pasien keracunan makanan karena mengalami demam, muntah dan mencret.
“Pasien masuk dengan mengalami muntah, mencret, demam. Demam  karena banyak cairan keluar kalau muntah mencret kemungkinan karena kuman atau racun yang masuk. Sehingga dugaannya dari makanan tapi itu belum bisa dipastikan karena dari dinas kesehatan masih memeriksa sampel makanan dan kotoran pasien,”kata RiaTahun, Selasa pagi di ruang kerjanya.
Dokter Ria mengingatkan soal pentingnya pengolahan makanan yang baik dan higienis di musim hujan seperti saat ini. “Proses pengolahan makanan harus higienis. Bahan baku juga harus dijamin fresh-segar dan pengolahannya juga harus baik,”katanya.
Priscilia Pretty Joes (12) salah satu korban kepada Fakta TTS di ruang perawatan RSUD SoE mengatakan Ia mulai merasakan mual disertai muntah, mencret dan demam pada Senin (7/1/2019) pagi sekitar jam 10.00 wita. Dalam acara syukuran Minggu (6/1/2019) tersebut ia bersama undangan lainnya makan malam bersama pada sekitar jam 10.00 malam. Yang dikonsumsi berupa daging, mie dan sayur.
Kata Priscilia, undangan lain pun mengalami keluhan yang sama pada keesokan harinya pada jam yang berbeda. “Ada yang sakit mulai jam 7 pagi hari Senin itu, kalau saya sekitar jam 10 itu mulai rasa panas tinggi, muntah, mencret berulang-ulang,”kata Priscilia didampingi ibunya. (Giz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *