‘Road Show’ Kapolda NTT di Timor, Ini Yang Sampaikan di Mapolres TTS, Penting !!!

oleh -2.7K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Kapolda NTT Irjen Polisi Hamidin menyinggahi Maporles Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (17/12/2019) pagi.
Polres TTS menjadi titik penutup road show (kunjungan kerja,red) perdana Irjen Hamidin di daratan pulau Timor setelah menjabat Kapolda NTT sekitar tiga bulan lalu. Beberapa hari sebelumnya Kapolda Hamidin bersama ketua daerah Bhayangkari NTT Julachmi Hamidin  didampingi sejumlah petinggi Polda NTT sudah mengunjungi Mapolres Belu, TTU dan Malaka.
Di Mapolres TTS, Kapolda Hamidin bersama rombongan disambut Kapolres TTS, AKBP Arya Sandi, S.IK, Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessi dan sejumlah pejabat tinggi Polres, Kapolsek dan para anggota Polres TTS.
Rombongan Kapolda Hamidin disambut natoni sejumlah tokoh adat di gerbang Mapolres dan tarian daerah sejumlah anggota polwan mengiring langkaj rombongan Kapolda Hamisi diatas karpet merah dari gerbang Mapolres hingga pintu masuk utama Mapolres TTS.
Usai dijamu Kapolres Arya Sandi dan para pejabat Polres, Kapolda Hamidin bertemu dengan jajaran anggota Polres TTS, purnawirawan polisi, Forkpimda TTS dan Aparat sipil Negera (ASN) di aula Mapolres TTS. Dari Forkompinda hadir Kajari Fachrizal, Dandim 1621/TTS Letkol Kurniawan Pramulyo, ketua PN SoE, I Wayan Yasa,SH.
Kapolres Arya Sandi dalam sambutannya mengatakan kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran polres TTS dalam menjalankan tugas dan perannya melayani masyarakat.
Pada kesempatan itu Kapolres melaporkan soal situasi wilayah kabuoaten TTS tentang luas wilayah, penduduk, agama, potensi sumber daya alam, kehutanan, pertanian, pertambangan dan perikanan. Di bidang politik Kapolres Arya menyampaikan soal komposisi kursi di DPRD.  Disampaikan juga soal kondisi ekonomi, sarana transportasi dan situasi kesatuan Polres TTS.”kami masih kurang inspektur, sekitar 207 personil,”katanya.
Kapolres Arya juga menyinggung soal perlunya pengembangan rumah dinas dan Mapolsek dalam menunjang pelayanan anggota polisi di kecatan. “Ada empat Polsek yang belum ada asramanya,”kata AKBP Arya Sandi.
Tentang personil Babinkamtibmas dilaporkan ada 33 anggota di 32 kecamatan. Sejumlah rumah dinas Babinkamtibmas di bangun secara swadaya bersama masyarakat setempat. “Ada penurunan jumlah kasus antara November 2018 dan November 2019,”katanya.
Kapolres juga melaporkan soal situasi dan kondisi  pelayanan polisi di sejumlah satuan di Polres TTS, Satreskrim, Satlantas, Sabhara dan lainnya.
Soal situasi sosial disampaikan tentang situasi batas kabuoaten TTS dan Malaka di segmen batas Lotas, Kokbaun dan Besnam yang dimulai sejak tahun 1978. Penyelesaian tengah dilakukan oleh pemda TTS, Malaka, Provinsi dan Pusat. Selain itu disampaikan juga soal persoalan lahan masyarakat di Amanuban Selatan yang masih dalam tahap mediasi. “sejauh ini belum ada konflik sosial secara terbuka,”katanya.
Disampaikan juga dugaan keterlibatan sejumlah warga kabupaten TTS dengan organisasi terlarang, HTI.
Kapolda Irjen Hamidin dalam sambutannya menyampaikan
dua hal penting yakni menyangkut situasi global, nasional, dan NTT dan hal
yang harus dilakukan dalam menghadapi tantangan Globalisasi.
Irjen Hamidin mengatakan
ancaman teroris di Indonesia sejak merdeka cukup banyak. Era presiden Soekarno tujuh aksi teror nyaris menewaskan presiden. Di era orde baru sejumlah aksi teroris terjadi di sejumlah kantor Kedubes negara-negara sehabat. Di jaman orde baru juga ada pembajakan pesawat yang saat itu hanya terjadi di Indonesia.
“Karena bertubi-tubi, hingga bom Bali kemarin akhirnya keluar UU, perpu soal penanganan Terorisme, dan kita cukup berhasil baik dalam upaya menangani kasus teror,”katanya.
Dikatakan yang dihadapi saat ini adalah tantangan globalisasi yang erat kaitannya dengan tekhnologi dan informasi sehingga terasa ada dua dunia saat ini. “Menurut saya, saat ini ada dua dunia, dunia nyata dan dunia maya, itulah perkembangan globalisasi, perkembangan tekhnologi terus terjadi dalam fase-fase perkembangan,”katanya.
Disampaikan perkembangan dunia maya berdampak pada munculnya beragam tindakan kejahatan yang memanfaatkan kemajuan tekhnologi. “Tapi penanganan kita cukup baik karena terjadi penurunan kasus yang ditangani untuk tentang waktu tahun 2017 dan 2018, kita Indonesia peringkat ke-10 terbaik di dunia, di 2019 lain lagi,”katanya.
Tapi kaitan situasi keamanan dengan investasi kata Kapolda Hamidin, Indonesia masih kalah sama negara tetangga seperti Filipina. “Itu karena berkaitan dengan sistim birokrasi yang belum baik,”katanya.
Disampaikan kedepan di wilayah NTT perlu diwaspadai soal kejahatan yang berkaitan dengan kemajuan tekhnologi tersebut.
Program G20 presiden Jokowi tahun 2023 dimana wilayah NTT sebagai salah satu pusat pariwisata Indonesia sangat dimungkinkan munculnya kejahatan yang berkaitan dengan tekhnologi, salah satunya soal transaksi keuangan dan aksi terorisme.
“Kejahatan di trans nasional untuk G20 di wilayah kita sangat bisa terjadi, kejahatan transaksi keuangan yang saat ini terjadi di kota besar bisa terjadi di wilayah kita, dengan kekalahan ISIS teror akan berkembang, kita harus siap dan waspada untuk ini semua,”katanya.
Kapolda Hamidin juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena ada tindakan kejahatan yang timbul karena salah menggunakan medsos. Bahkan tambah Irjen Hamidin, media sosial juga bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk melancarkan aksi kejahatannya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *