Stand Desa Boti Diserbu Pengunjung, Begini Kata Raja Boti Soal Pameran

oleh -4.9K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Dari sekian banyak stand atau tenda instansi pemerintah dan swasta yang memamerkan produk pembangunan dalam lokasi pameran pembangunan dan festival budaya kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di lapangan Puspenmas SoE, ada stand desa Boti kecamatan KiE di pojok kiri panggung.
Kamis (29/8/2019) sekitar pukul 10.30 wita stand desa Boti tampak dipadati pengunjung yang mengamati dan membeli aneka produk kerajinan dan pertanian perkebunan yang dipamerkan.
“Produk yang dipamerkan beda dan unik, ini yang menarik saya mengunjungi stand ini,”kata Peter Suan, salah satu pengunjung.
Hal menarik lain yang menyita perhatian pengunjung adalah kehadiran raja Boti, Namah Benu di stand desa yang keaslian budayanya mendunia ini. Sejumlah Pengunjung bahkan meminta sang Raja untuk berfoto bareng di depan stand.
Raja Namah Benu yang diwawancarai fakta-tts.com mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam event tersebut bukan baru pertama, sudah enam kali. “Kami sudah enam kali ikut kalau ada undangan dari pemerintah,”kata Raja Namah dalam bahasa Dawan yang diterjemahkan Erens Benu, disampingnya.
Ia mengapresiasi kebijakan Pemda soal penyelenggaraan event bernuansa adat-budaya tersebut karena menurutnya kebijakan program pembangunan oleh pemerintah tak boleh mengabaikan adat dan budaya, harus bersinergi.
“Adat, budaya harus saling mendukung dengan program pemerintah, harus bersinergi,”katanya.
Ia merasa puas dan bangga karena dengan undangan pemerintah tersebut pihaknya bisa berpartisipasi mendukung program kerja pemerintah dan dengan event itu produk dari lingkungan Somad Boti dan desa Boti umumnya bisa dikenal lebih luas.
Dikatakan dalam pameran kali ini ada 32 jenis ragam dan jenis produk Sonaf dan desa yang dipamerkan baik itu kerajinan tangan berupa kain tenunan, pernak pernik, ukiran kayu, bahan makanan dan sejumlah produk pertanian perkebunan yang asli merupakan hasil kerja dari warga Boti.
Dalam stand desa Boti ini pengunjung juga bisa melihat langsung cara menenun yang dipraktekkan dua orang penenun perempuan dalam stand. (Jmb)
__________________
Foto : raja Boti, Namah Benu (kanan)d depan stand desa Boti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *