Warga Ragukan Kebenaran SPJ Dana Desa Tubuhue

oleh -2.3K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Dua warga desa Tubuhue kecamatan Amanuban barat kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (12/6/2019) siang mendatangi redaksi Fakta TTS.
Dua warga berinisial OBE dan EKO tersebut menyampaikan dugaan adanya persoalan dalam pertanggungjawaban sejumlah item pekerjaan program dana desa mereka dalam tiga tahun terakhir, 2016,  2017 dan 2018. Keduanya meragukan kebenaran Surat Pertanggungjawabannya (SPJ) yang disampaikan pihak pemerintah desa ke Pemda TTS.
“SPJ yang dibuat pemerintah desa kami duga itu tidak benar. Di lapangan fisik tidak selesai tapi dalam SPJ yang saya tahu dilaporkan selesai 100 persen,”kata OBE yang meminta identitas mereka di rahasiakan.
OBE menyebut item-item yang diduga SPJ nya tidak sesuai fakta lapangan yakni pekerjaan Bak penampung air yang dianggarkan tahun 2016 lalu. “Bak itu tidak selesai karena air tidak ada, tapi di laporkan selesai,”katanya.
Item berikutnya adalah pembelian Bahan Bangunan Rumah (BBR) stimulan untuk 28 KK tahun 2016 yang diduga tidak sesuai besaran anggaran untuk masing-masing KK. “Tiap KK dianggarkan Rp 10 juta tapi yang dibelanjakan kami duga kurang dari itu karena ada beberapa rumah yang sampai sekarang tidak selesai karena bahan kurang,”katanya.
Selain itu sambung OBE pada tahun 2017 ada pekerjaan jalan sertu dari cabang kampung Fafisinisin ke Tubunaus sepanjang kira-kira 800 meter. “Saat itu masyarakat sempat komplain karena tidak libatkan mereka padahal ada HOK-nya sekitar Rp 20 juta. Pekerjaan itu dugaan kami dikerjakan pihak ketiga. Lalu bagaimana pertanggungjawaban dana HOK itu,”katanya.
Di tahun 2017 itu tambah OBE ada juga pekerjaan pengadaan benih ikan dengan nilai yang setahu dia sebesar Rp 100 juta yang diduga SPJ-nya  tidak benar. Anehnya kata OBE, kolam dibangun di rumah aparat desa dan dikelola aparat desa. “tidak ada kolam yang dikelola warga. Kolam ada di rumah bendahara dan kades. Sekarang orang yang pancing bayar 5.000,”katanya.
Tak hanya itu dalam tahun 2017 sesuai perdes yang dilihat ada pengadaan ayam potong untuk dipelihara dan dijual warga di empat dusun. “Satu dusun satu kelompok tapi ayam tidak ada,”katanya.
Ditahun 2018 dikatakan ada pembelian truk bekas yang dikelola BumDes. ” Di truk ada tulis Komodo bukannya tulis BumDes. Saya dengar truk itu kredit baru tiap bulan diangsur BumDes,”katanya.
Kepala desa, Melkias Nenotek marah-marah ketika dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (12/6/2019).
Nenotek menolak memberikan konfirmasi terkait persoalan-persoalan yang disampaikan warga tersebut. “Kasitau itu warga siapa yang kasih informasi tidak jelas seperti itu, mau konfirmasi datang saja, saya tunggu di kantor desa, datang sama-sama dengan itu warga yang kasih informasi,”kata Nenotek dengan nada suara tinggi. (Jmb/pau)
_______________________
Foto (istimewa): bak penampung air di Tubuhue yang diduga bermasalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *