Warga Terdampak Krisis Air di TTS Alami Diare dan Luka Koreng

oleh -5.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Krisis air bersih yang terjadi di sejumlah kecematab di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah berdampak pada kesehatan warga di sejumlah titik.
Bupati TTS, Eppy Tahun saat membuka kegiatan Louncing  Bantuan Non Tunai (BPNT) kabupaten TTS tahun 2019 di kelurahan Nunumeu kecamatan Kota SoE, Rabu (2/10/2019) menyampaikan di kecamatan Batu putih ada sekitar lima orang anak yang alami muntah-muntah dan diare pekan lalu dan sesuai hasil identifikasi dalam penanganan yang dilakukan kalau diare tersebut diduga karena konsumsi air yang kurang bersih. Air diduga diambil dari kali Noelmina.
“Saya kembali dari Kupang saya singgah di Batu putih untuk pantau kondisi masyarakat disana saat memasuki musim panas ini, disana ada lima atau enam orang anak yang alami diare. Sudah ditangani oleh petugas kesehatan disana dan hasil pemeriksaannya itu dugaannya karena konsumsi air dari kali yang kurang bersih,”katanya.
Dalam pekan yang sama kata bupati Eppy Tahun, ia juga menerima laporan dari Koramil Ayotupas kecamatan Amanatun Utara kalau ada kurang dari 10 orang anak di wilayah kecamatan Santian yang alami penyakit kulit berupa luka atau atau yang disebut koreng.
Dari penanganan yang dilakukan teridentifikasi kalau luka koreng yang dialami sejumlah anak tersebut karena kulit kurang bersih akibat jarang mandi karena kekurangan air di wilayah tersebut.
 
Ia mengatakan saat ini pihaknya melalui instansi tekhnis tengah gencar di lapangan untuk memantau, mendata dan melakukan tindakan terhadap kejadian – kejadian yang muncul di masyarakat akibat musim kemarau yang diikuti krisis air bersih. “Kita sedang dalam upaya memantau dan menangani kejadian di lapangan yang terjadi karena kekeringan ini, ada di beberapa titik kita bagikan air bersih kita akan terus lakukan ini dititik yang terkena dampak kekeringan,”katanya.
 
Dikatakan ia telah menghimbau kepada camat untuk melakukan upaya antisipatif terhadap dampak musim kemarau lainnya seperti kebakaran dan kekurangan pangan. “Untuk antisipasi kekurangan pangan kita sudah siapkan beras bantuan, untuk penanganan kekurangan air kita sementara koordinasi dengan pemerintah pusat agar bisa dapat bantuan mobil tangki untuk dipakai distribusi air. Ini karena ada banyak desa yang butuh bantuan air sementara armada yang kita punya tidak memadai,”katanya.(jmb)
______________
Foto: anak-anak mengambil air di kali Oebaki kecamatan Noebeba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *