Wartawan Dimata Waket DPRD TTS, Berita Baik Dipuji, Kritik Dimusihi

oleh -2.3K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Wakil ketua DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Religius ‘Eggy’ Usfunan mengungkap apa yang diamati tentang kinerja wartawan dalam menjalankan karya jurnalistiknya.

Saat membuka kegiatan Peningkatan kapasitas wartawan yang digelar forum parlemen TTS bekerjasama dengan forum wartawan (forwan) TTS di ruang badan musyawarah (BANMUS) DPRD TTS, Selasa (17/12/2019) Eggy mengatakan profesi wartawan sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara karena melakukan peran pengawasan terhadap kebijakan pemerintah dalam membangun masyarakat.
Namun masih ada yang belum memahami secara benar tugas dan peran jurnalis atau wartawan sehingga kala ada berita yang ditulis menyangkut suatu persoalan dalam kebijakan¬† pembangunan maka wartawan dianggap pembuat masalah sehingga cenderung dipandang sebagai musuh yang perlu dihindari. Namun sebaliknya jika wartawan menyajikan berita yang baik tentang prestasi atau hal lain yang baik maka akan dipuji atau disanjung oleh pihak yang ditulis. “Jadi wartawan itu yang saya lihat kalau dia menulis hal yang baik maka dia akan dipuji tapi kalau menulis suatu masalah maka dianggap tukang buat masalah dan dia dimusuhi, yang terjadi sekarang bgeitu. Padahal kalau suatu masalah diangkat tentunya wartawan punya data atau informasi yang jelas baru berani buat berita,”katanya.
Bagi Eggy berita menyangkut suatu persoalan hendaknya dijadikan bahan refleksi bagi pihak yang ditulis dan jika benar yang ditulis mestinya yang bersangkutan bisa menerima itu sebagai suatu kritikan yang membuatnya merubah kesalahan yang dibuat, bukan memusuhi wartawan.
Eggy mengharapkan agar wartawan juga menjalankan tugasnya secara profesional dan beretika, tidak menyajikan berita yang sifatnya menyerang prifasi dan tetap berpihak pada kepentingan umum. “Wartawan juga harus profesional, jangan hanya menulis berita pujian saja, atau hanya tulis berita masalah saja. Kritik itu perlu kalau memang ada masalah tapi jangan karena kepentingan lain,”seloroh Eggy.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan online.
Dua Nara sumber yang dihadirkan yakni Tony Kleden, wartawan senior dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT dan Ady Rianghepat wartawan Okezone yang juga adalah pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang. (Jmb)
_____________
Foto : Nara sumber dan wartawan peserta kegiatan foto bersama usai kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *