Alokasi APBD TTS Untuk  TMMD Naik Jadi Rp 1 Miliar

oleh -2.2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Alokasi anggaran dari APBD kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pelaksanaan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun pelaksanaan sebelumnya, tahun 2018.
Untuk tahun anggaran 2018 porsi APBD TTS untuk TMMD sebesar Rp 600-an juta  dan untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp 1 miliar.
“Tahun ini Rp 1 miliar (dari APBD) tahun lalu (2018) sekitar Rp 600 juta,”kata Dandim 1621/TTS, Letkol Czi. Koerniawan Pramulyo kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2020).
Disampaikan Dandim Koerniawan, jika ditambah dengan anggraan operasional TNI-AD sebesar Rp 300 juta maka total anggaran untuk TMMD tahun 2020 ini sebesar Rp 1,3 miliar.
Besaran anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan fisik tiga item kegiatan dan kegiatan non fisik seperti penyuluhan. “Sasaran kegiatan fisiknya Rp 825 juta, non fisik 175 juta,”katanya.
Tiga item kegiatan fisik TMMD tahun 2020 yakni pembukaan dua ruas jalan baru konstruksi sirtu yang total panjangnya 1.720 meter dengan lebar enam meter. Dua ruas jalan tersebut membuka akses ke lokasi wisata air terjun dan air panas. Item berikut yakni pekerjaan jalan rabat beton sepanjang 500 meter dengan lebar sekitar 4 meter dan pekerjaan jaringan pipa air bersih dari air terjun sepanjang 3000 meter ke dua bak penampung.
Untuk kegiatan non fisik dilakukan penyuluhan tentang hukum, pertanian dan lainnya oleh dinas terkait kepada masyarakat.
Kegiatan TMMD kali ini dipusatkan di desa Panite kecamatan KotOlin yang ditargetkan tuntas pada 14 April setelah dibuka kegiatannya pada 17 Maret 2020 lalu. Saat ini kata Dandi  Koerniawa  persentase kegiatan sudah mencapai sekitar 60 persen. “Setelah selesai baru hasil kegiatannya kita serahkan ke pemerintah,”katanya.
Dikatakan kegiatan TMMD berpola gotong royong yang melibatkan TNI dan masyarakat. Kali ini kata Dandim Koerniawan, kegiatan TMMD melibatkan 150 anggota TNI dan 100 orang warga setiap harinya. “Pola TMMD ini lebih efisien 40 persen dibanding kalau pekerjaan ditenderkan,”kata Dandim Koerniawan.
Dibanding TMMD sebelumnya, item kegiatan TMMD kali ini lebih sedikit dari tahun 2018 lalu. Tahun 2018 lalu yang dilaksanakan di desa Fatukoko kecamatan Molo barat dengan dana Rp 600 juta item kegiatan fisik yang dilakukan TNI dan Rakyat selama sebulan yakni jalan baru berkonstruksi sirtu sepanjang 1,3 kilometer, lantainisasi 15 Unit dan WC sehat 15 unit dan jaringan pipa air bersih. Selain kegiatan tersebut anggota TNI dan warga setempat juga melakukan karya Bhakti berupa pemugaran sekolah SMK Kristen Fatukoko dan pembangunan lapangan volly SD Inpres Nunain.
Selain kegiatan fisik juga dilakukan kegiatan penyuluhan pembangunan bagi warga setempat.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *