Alur Kali Noelbiboko di Normalisasi, KOMPAK Pariti : “Terimakasih PT. HMN”

oleh -666 views

Kupang, fakta-tts.com – Sejumlah titik di alur sungai Noelbiboko wilayah desa Pariti kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik masuk luapan air banjir ke permukiman warga di dusun 5 dan 6, Jumat (23/10/2020) mulai di normalisasi oleh PT Hutama Mitra Nusantara (HMN), salah satu perusahaan pemegang IUP batuan dan pasir di alur sungai tersebut. Aktifitas alat berat PT HMN dalam memperbaiki titik terjangan air tersebut diawasi oleh warga.

Aktifitas normalisasi dari perusahaa  milik Haji Rahman tersebut dilakukan dalam rangka menjawab permintaan warga Pariti yang tergabung dalam Komunitas Peduli Aspirasi Pembangunan Kampung (Kompak) yang bergerak menuntut keadilan terkait pertambangan galian C oleh 12 perusahaan di alur sungai tersebut, termasuk PT HMN.
Salah satu poin yang dituntut dalam pergerakan Kompak itu adalah pembenahan pola tambang. Pola tambang yang diduga tidak benar tersebut yang diduga warga menjadi menyebabkan sejumlah titik permukiman warga diterjang banjir saat musim hujan dan aliran air tidak lancar seperti sebelumnya.
Pergerakan warga yang tergabung dalam Kompak tersebut berujung pada pertemuan lengkap di ruang rapat wakil bupati Kupang beberapa pekan lalu yang dipimpin Wabup Jery Manafe dengan melibatkan dinas pertambangan provinsi NTT, Inspektur tambang kementerian ESDM, pemkab Kupang, perusahaan pemegang IUP di Noelbiboko, pemerintah kecamatan Sulamu, pemerintah desa Pariti dan Kompak.
Rapat tersebut melahirkan delapan butir rekomendasi yang salah satunya soal pengelolaan CSR kepada warga Pariti secara  tersistim dan transparan dan juga pembenahan lokasi tambang, normalisasi titik kebanjiran.
Jermi Lau, ketua Kompak didamping sejumlah pengurus Kompak, Herry Manu, Marten Hadjo, Yabes Lau, Yorim Kiuk, Mesakh Lubalu dan lainnya di lokasi Normalisasi menyampaikan terimakasih kepada Haji Rahman direktur PT HMN yang telah merespon baik tuntutan normalisasi tersebut. “Ini karena koordinasi baik yang kita bangun dengan semua pemangku kepentingan sehingga hari ini mulai ada perbaikan alur sungai dititik terjangan banjir, terimakasih kepada HMN dari kita semua di Kompak,”kata Jermi Lau.
Penaikan nilai BLT dari Rp 500-an ribu ke Rp 600 ribu juga merupakan poin kesepakatan yang diambil dalam rapat tersebut.
Ada juga soal pemberian dana CSR secara rutin setiap tahun kepada masyarakat yang nantinya dikelola pemerintah desa bersama masyarakat dalam bentuk program pembangunan.
Untuk pihak dinas pertambangan ESDM dan perusahaan disepakati untuk melakukan pematokan lokasi tambang untuk memastikan wilayah tambang perusahaan. Ini mengingat ada perusahaan dari grup Metro yang dalam pertemuan tersebut mengaku telah tambang di luar wilayah IUP-nya.
Kompak sudah berencana untuk melaporkan pihak perusahaan tersebut ke kepolisian karena dianggap telah melakukan penambangan liar dan mengambil tanpa ijin kekayaan desa Pariti.
Terkait Pematokan yang disepakati dilakukan 1 November 2020 oleh dinas ESDM dan perusahaan, pihak Kompak mengancam akan menutup akses masuk wilayah tambang jika pematokan itu tidak jadi lakukan. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *