Diganggu di Facebook Soal Dana PIP, Kasek SD GMIT Sabun Ingatkan Sekdes 

oleh -1.2K views
Boking, fakta-tts.com.- Kepala sekolah SD GMIT Sabun, Simon Mone merasa telah diganggu oleh Thomas Lakmau, sekretaris desa Sabun kecamatan Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan postingannya di Facebook terkait pengelolaan dana PIP untuk siswa sekolah tersebut.
Simon pun kemudian mengingatkan Thomas Lakmau soal tindakan Lakmau yang dianggap menyebarkan berita bohong tersebut. Ia meminta Lakmau untuk menghapus postingannya itu jika tidak mau hal itu dibawah keranah hukum.
“Saya ingatkan dia agar hati-hati, dia harus hapus postingannya itu karena itu bohong, hoax, tidak benar yang dia sampaikan itu, kalau tidak hapus saya akan lapor polisi karena sebarkan berita bohong,”kata Simon kepada fakta-tts.com, Senin (14/09/2020) di Boking.
Simon mengatakan postingan yang tidak benar itu juga bisa merusak citra sekolahnya.
“siapa saja yang membaca,komentar dan kritik Mohon di hentikan bahkan di hapus postingan itu karena akan merusak nama baik sekolah,”katanya.
Simon mengatakan ia akan memaafkan Tomas Lakmau jika menghapus postingannya yang berbunyi “ini baru terbongkar kepala SD GMIT sabun baru korupsi dana  Program Indonesia Pintar PIP”. Postingan tersebut kata Simon terbaca di Acun Facebook Thomas Lakmau pada 10 September 2020.
Tomas Lakmau yang dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf kepada Simon atas perbuatannya itu.
Saya atas nama pribadi Tomas Lakmau Minta maaf kepada Kepala Sekolah Simon P Mone,S.pd beserta guru-guru,komite sekolah, orang tua siswa, Masyarakat desa sabun,dan saudara/i yang sempat berkomentar di postingan saya mohon untuk dimaafkan yang sebesar besarnya dan agar dapat dimaklumi,”kata Thomas.
Ia mengatakan tak akan mengulangi hal serupa.
Pada Senin itu pihak sekolah juga membagikan dana Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa/i sejumlah 84  yang di dampinggi oleh orang tua masing-masing.
Namun sebelum di bagikan kepala sekolah ingatkan siswa dan orang tua agar gunakan uang PIP tepat pada sasaran dalam kebutuhan sekolah seperti Buku Tulis,tas,pakian seragam,dan sepatu agar siswa/i rajin sekolah katanya. (Bai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *