Dinas PUPR Survei Kali Hanmasi-Fatumanufui

oleh -1.9K views

 

 

Kota SoE, fakta-tts.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Nusa Tenggara Timur (NTT) merespon keluhan masyarakat desa Fatumanufui kecamatan Boking soal kali Hanmasi yang selalu meluap masuk lahan perkebunan dan permukiman warga saat hujan lebat.

Pelaksana tugas (plt) Kepala dinas PUPR kabupaten TTS, Lens Liu kepada fakta-tts.com, Senin (25/5/2020) menyampaikan pekan ini pihaknya akan turun ke Fatumanufui untuk melakukan survei kali Hanmasi. “Nanti teman-teman dari bidang pengairan akan turun survei titik-titik mana yang jadi masalah, setelah libur ini kita survei,”katanya.
Informasi yang diperoleh fakta-tts.com, dana sekitar Rp 500-an juta sudah dianggarkan untuk normalisasi sungai itu tahun ini namun terkena rasionalisasi anggaran penanganan covid-19.
Lens Liu membantah informasi tersebut. “Anggaran belum ada, itu info dari mana, tapi nanti saya cek dulu,”katanya.
sebelumnya diberitakan pada Jumat (22/05/2020) banjir kali Hanmasi kembali menghantam permukiman warga di dusun dua desa tersebut. Ini kali kesekian dalam pekan kemarin banjir menerjang dusun itu. 12 KK di dusun itu terpaksa mengungsi ke rumah keluarga yang berada di ketinggian. Lahan kebun jagung milik warga juga rusak tersapu banjir.

Marten Fatu, korban banjir di RT08/RW02 dusun 2,  saat memantau lahan kebunnya yang rusak, Sabtu (23/05/20) menyampaikan kepada fakta-tts.com bahwa Warga kini diliputi rasa kekuatiran akan terjadinya banjir ulangan karena curah hujan di wilayah itu yang kadang tinggi. “Hujan kadang lebat, kadang tidak. Kalau hujan lebat sudah pasti banjir dan kami disini jadi sasaran,”katanya.

Ia meminta kepada pemerintah untuk melakukan normalisasi kali itu sehingga air tidak meluap meski hujan lebat.

Jika tidak dinormalisasi kami kuatir jika ada hujan lebat lagi kerusakan lebih parah dan semoga tidak  ada korban jiwa.

Disampaikan luapan air banjir sungai tersebut bukan hanya menerjang dusun di Fatumanufui tapi juga desa tetangga, Meusin.

“Arus banjir ini bukan hanya lewat disini saja tapi juga Meusin. Pemerintah tolong perhatikan kali ini karena  kalau hujan beresiko bagi kami di dua desa ini,”katanya. (Bai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *