Jalan ke Pasar Baru Oinlasi Dibangun Dua Jalur, Pekerjaan Sudah Dimulai

oleh -2.2K views
Oinlasi, fakta-tts.com –Tindaklanjut pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk merelokasi
Pasar Oinlasi, pasar mingguan terbesar di wilayah selatan Amanatun kini sudah pada tahap pembangunan jalan menuju lokasi baru di dusun Oe Nae Desa Oinlasi di Titik Kobe Klofo menuju Nun Maknau.
Jalan menuju lokasi pasar baru itu dibuat dua lajur dengan panjang sekitar dua kilometer dan lebar sekitar 21 meter untuk dua lajur jalan tersebut.
Senin (28/12/2020) bupati TTS, Egusem Piether Tahun,ST,MM bersama sejumlah pimpinan OPD meninjau langsung dimulainya pekerjaan jalan tersebut.
Camat Oinlasi, Ardi Benu,S.Sos menyampaikan pembukaan jalan menuju pasar baru dalam masa perayaan Natal tersebut dirasa sebagai kado Natal pemkab TTS untuk masyarakat di wilayah itu.
“Bapak bupati bersama rombongan berkenan membuka jalan masuk menuju lokasi rencana pemindahan pasar dan pembangunan fasilitasi publik lainnya. Ini kami rasa sebagai kado Natal bagi kami disini,”katanya.
relokasi pasar Oinlasi dari lokasi saat ini dipusat kota kecamatan menurut Ardi Benu merupakan bagian dari pembangunan Kota baru Oinlasi sebagai pusat atau sentra pertumbuhan ekonomi dari kurang lebih 7 Kecamatan di wilayah Amanatun bagian selatan.
Pembukaan jalan tersebut kata camat Ardi Benu sebagai tanda keseriusan Pemda dalam pengembangan, penataan dan perluasan kota Oinlasi Amanatun Selatan dan Oinlasi Kie sesuai desain Tata Kota yang telah ditetapkan.
Kunjungan kerja kemarin juga utk memantau dan memonitoring sejumlah pembangunan yakni ruas jalan dalam kota Oinlasi,  Air Bersih, Pembangunan BLK, Pantau Lokasi rencana pembangunan Puskesmas Prototype Oinlasi dan bersilahturahmi dengan Polsek Amanatun selatan, dan berbagi duka bersama Keluarga Nomleni di Oinlasi Kie.
Sebelumnya camat Ardi Benu, kepada fakta-tts.com, Kamis (8/10/2020) mengatakan kondisi pasar Oinlasi saat ini sudah tidak memadai lagi dari sisi luas dan daya tampung jika dibandingkan dengan tingkat pengguna pasar.
Setiap Selasa, hari pasar, Kota Oinlasi menyajikan persoalan tersendiri dari aktifitas masyarakat di pasar tersebut.
“setiap kali pasar mingguan yang berlangsung pada setiap hari Selasa, selalu menimbulkan kemacetan lalu lintas oleh karena para penjual menggunakan badan jalan propinsi yang melintasi area pasar, disamping itu pula selalu meninggalkan sampah yang meresahkan Masyarakat, mengotori wajah kota Oinlasi,”katanya. Oinlasi adalah titik sentral akses transportasi 9 Kecamatan yakni Kecamatan Amanatun Selatan, Kie, Kotolin, Nunkolo, Boking, Toianas, Noebana, Santian, dan Fautmolo.
“Belum lagi ditambah dari para Pengunjung pasar khususnya pedagang yg berasal dari luar 9 Kecamatan ini baik dari Wilayah TTS sendiri maupun ada yang berasal dari Kabupaten Malaka. Daya tampung pasar mingguan Oinlasi luasnya semakin berkurang akibat dari proses pembangunan fasilitas penunjang pasar yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten TTS, juga yang dibangun secara illegal oleh para penjual yang menetap maupun klaim kepemilikan dari beberapa warga sehingga keberadaan ini menjadi penyebab daya tampung pasar tidak memungkinkan lagi,”sambung camat Ardi Benu.
Saking padatnya Kota Oinlasi dari aktifitas masyrakat di hari pasar maka kata camat Ardi, dimasa pandemi covid-19 ini, pihaknya memindahkan sementara ke Lapangan Moin Feu Oinlasi namun hal tersebut tidak mengatasi persoalan kepadatan pasar dari Pengunjung yang datang.
“Oleh karena itu Pemerintah Kecamatan Amanatun Selatan Berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Oinlasi guna melakukan pendekatan kepada Keluarga Besar Nomleni dan Keluarga terkait didalamnya guna memikirkan solusi penanganan masalah pasar mingguan Oinlasi dengan cara Relokasi Pasar mingguan ke Wilayah Dusun Oe Nae Desa Oinlasi di Titik Kobe Klofo menuju Nun Maknau,”katanya.
Pada Jumat 25 September 2020 lalu kata camat Ardi Benu telah dilangsung pertemuan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa Oinlasi dan keluarga Nomleni beserta rumpun keluarga terkait  di Kantor Desa Oinlasi Kecamatan Amanatun Selatan.  “ini mendapat respon positif dari Keluarga Besar Nomleni baik Amanatun maupun Amanuban dari Nomleni 5 Bersaudara dan 4 Saudari perempuan yang dituakan kepada Bpk Ir. Bernadus Nomleni. Rapat perdana tersebut disepakati bahwa ide/gagasan pemindahan lokasi pasar mingguan Oinlasi merupakan langkah yang sangat tepat karena selain mengurai berbagai persoalan sebagaimana yg telah disebutkan diatas, juga membawa perubahan besar bagi perluasan dua Kota Oinlasi yakni Oinlasi Amanatun dan Oinlasi Amanuban, disamping itu juga berdampak pada perluasan pemukiman Desa Nekmese dan Desa Tesi Ayofanu krn rencana lokasi tersebut berada tepat diantara keempat Desa ini,”jelas camat Ardi Benu.
Dalam rapat pemantapan kedua yang dilakukan Jumat, 2 September 2020 bertempat di Kantor Desa Oinlasi kata camat Ardi Benu telah dibuatkan Berita Acara Pelepasan Hak Atas Tanah dari Keluarga besar Nomleni dgn perwakilan Bpk Ir. Bernadus Nomleni sebagai yg dituakan dari Bai Suti Nomleni disaksikan oleh perwakilan Nomleni Suti, Nomleni Pah, Nomleni Sae, Nomleni Oe dan Nomleni Mollo serta pemerintah dari Desa Oinlasi Amanatun dan Amanuban.
Dalam pertemuan dengan Bupati TTS Kamis, 8 September 2020 di Rumah Jabatan bupati kata camat Ardi Benu, Ir. Bernadus Nomleni sudah menyerahkan Berita Acara Pelepasan Hak Atas Tanah tersebut mewakili keluarga besar Nomleni seluas 1 Ha ke Pemda TTS untuk ditindaklanjuti.
“Bapak Bupati Menyambut gembira langkah yang diambil oleh Pemerintah Kecamatan Amanatun Selatan dan Pemerintah dari Dua Desa Oinlasi Amanatun dan Amanuban dan kesediaan Keluarga besar Nomleni yang telah menghibahkan lokasi ini untik pemindahan lokasi pasar mingguan Oinlasi,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *