Kerusakan Jalan Seo Bill Mulai Diperbaiki

oleh -1.5K views
Kolbano, fakta-tts.com – Ruas jalan Seo Bill di desa SeI kecamatan Kolbano kabupaten TTS, mulai diperbaiki Rabu (22/7/2020) kemarin setelah sehari sebelumnya ditinjau komisi I DPRD TTS bersama dinas PMD. Jalan berkonstruksi Lapisan penetrasi yang didanai dana desa tahun 2020 sebesar Rp 490-an juta  itu rusak dibeberapa titik usai dikerjakan Mei kemarin.
Yung Boimau, dari CV Mandiri Jaya, suplier material non lokal kepada fakta-tts.com lewat telepon Rabu malam menginformasikan ia telah menurunkan lagi sejumlah material kerjaan diantaranya Ter , batu pecah dan lainnya untuk perbaikan sejumlah titik kerusakan yang mencapai total panjang sekitar 400 meter tersebut. Ruas jalan Seo Bill yang dikerjakan sepanjang Rp 713 meter.
Masyarakat kata Yung Boimau mulai membersihkan titik kerusakan. Material-material yang terkelupas dipisahkan dari badan jalan.
“Jadi saya mau kasih tahu saja kalau hari ini (Rabu) kita mulai perbaiki yang rusak, saya sudah turunkan Ter , batu pecah dan lainnya dan masyarakat mulai bersihkan titik jalan yang rusak untuk kita perbaiki,”kata Yung.
Perbaikan titik kerusakan tersebut kata Yung dilakukan atas kesepakatan pemerintah desa, pelaku program dan masyarakat setempat dalam musyawarah khusus yang dilakukan Jumat pekan kemarin di kantor desa.
Soal material berupa pasir dan batu pecah yang menurut pengamatan komisi I tidak layak digunakan, Yung mengatakan material tersebut juga dipakai di ruas jalan lain yang ia kerjakan dan hingga kini jalan-jalan tersebut tidak rusak. Dan lagi kata Yung, saat material yang diturunkan tersebut dianggap layak oleh pihak pendamping dan pelaku program di desa sehingga dugaan Yung kerusakan tersebut bukan karena material namun faktor lain. “Kalau bilang material yang kurang baik, dititik lain juga material yang sama yang saya turunkan, tapi tidak rusak,”katanya.
Yung mengatakan jika mengacu pada kontrak atau kesepakatan kerja dengan pengelola program maka kerusakan yang ada bukan lagi tanggungjawabnya karena selaku suplier penyedia barang dan jasa non lokal ia hanya menurunkan material dan alat yang dibutuhkan, yang melakukan pekerjaan adalah masyarakat setempat yang diawasi oleh pendamping dan pihak desa. Namun karena pertimbangan sosial ia mau menurunkan lagi material tambahan untuk perbaikan jalan tersebut. “Ini kampung saya, jadi saya tidak pikir untung rugi lagi, saya mau buat yang baik saja,”katanya.
Ia menjamin titik kerusakan yang diperbaiki tidak akan rusak lagi jika tidak pihak yang dengan berbagai cara sengaja merusak jalan tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *