Kondisi RSP Boking Yang Mengkuatirkan, Dokter Sitorus: “Puji Tuhan Belum Ada Kejadian”

oleh -5.6K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Bangunan RSP Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi NTT yang baru dimanfaatkan beberapa bulan lalu mengalami kerusakan parah disejumlah bagian bangunan. Tembok retak, plafon roboh, lantai pecah dan tanah tumpuan bangunan yang bergerak melahirkan kekuatiran sejumlah pihak akan keselamatan petugas medis dan pasien yang ada didalamnya.

Ruba Banunaek, anggota DPRD TTS dari wilayah itu adalah salah satu pihak yang kuatir dengan keselamatan para medis dan pasien atas kondisi bangunan yang rusak disana-sini itu.
Ditengah kondisi bangunan yang rusak itu pasien RSP Boking tak pernah sepi dari kunjungan pasien. Para medis pun tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga yang datang membutuhkan pertolongan medis.
“Kunjungan pasien RSP Boking Januari 2020 – sekarang
* Rawat jalan poli umum/poli gigi/KIA : 530 pasien
* IGD : 35 pasien observasi 1x24jam, jika pasien membaik kita pulangkan dan kontrol 3 hr kemudian di poli. Jika pasien tdk membaik kita rujuk ke fasilitas kesehatan yg lebih memadai. Kita belum bisa rawat pasien yang datang dari IGD dikarenakan kita terkendala ruangan rawat inap yang rusak dan tenaga yang kurang, oleh karena itu pasien 1x24jam tidak membaik kita sarankan untuk di rujuk.
* Rujukan : 8 pasien yang kita rujuk ke RSUD jika pasien KIS/SKTM dan RSUPP Betun jika pasien KIS.
* Poned/ Persalinan, 2 persalinan,”demikian WhatsApp direktur RSP Boking, dokter Harman Sitorus yang diterima fakta-tts.com, Kamis (13/2/2020) siang, terkait layanan kesehatan di RSP tersebut.
Dokter Sitorus mengakui kalau kerusakan bangunan yang terus bertambah disejumlah bagian dan bergeraknya tanah landasan bangunan RSP adalah sesuatu persoalan yang tengah dihadapi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kendati demikian dokter Sitorus enggan mengungkapkan perasaannya saat ditanya tentang kenyaman para medis dalam menjalankan pelayanan ditengah kondisi bangunan yang rusak dan mengkuatirkan itu.
“Pa Jemi sepertinya saya tidak usah jawab pertanyaan ini, melihat kondisi bangunan sekarang yang semakin bertambah kerusakannya, dan kondisi tanah yang semakin bergerak ditambah kita petugas kesehatan tinggal semua di dalam rumah sakit, jadi untuk memberikan pelayanan dan untuk tinggal saya rasa, pa jemi sudah tau jawabannya,”tulis dokter Sitorus menjawab pertanyaan fakta-tts.com, “Nyaman tidak pak dengan kondisi bangunan itu?”.
Disampaikan dokter Sitorus,
Pihaknya sudah memikirkan soal upaya antisipatif terhadap sesuatu kemungkinan negatif yang bisa terjadi dan merugikan pihaknya dan pasien. Dan hal itu sudah disampaikan ke para pengambil kebijakan ditingkat atas.
“Segala upaya saya dan kawan-kawan sudah coba laksanakan dari mulai koordinasi dengan Pemda Kab. TTS, Dinas kesehatan, DPRD
Untuk sementara ini kami hanya menunggu arahan dari Pak Bupati, Kepala Dinas Kesehatan sebagai atasan kami,”demikian dokter Sitorus saat ditanya soal upaya antisipasi hal buruk yang bisa saja terjadi akibat kondisi bangunan yang rusak itu.
“Saya dan teman-teman di tempatkan di RSP Boking untuk melayani masyarakat disini, untuk fisik bangunan kami hanya berusaha untuk menjaga kondisi agar yang buruk tidak terjadi. Kami tetap menjaga keamanan dan keselamatan bagi para pasien dan keluarga yang berkunjung,”tambah dokter Sitorus.
Dokter Sitorus merasa bersyukur karena sejak bangunan itu alami kerusakan, belum ada kejadian yang mengganggu pelayanan dan merugikan pihak pasien maupun karyawan rumah sakit.
“Puji Tuhan untuk sampai sekarang belum ada (kejadian yang mengganggu dan merugikan kaitannya dengan kerusakan bangunan),”katanya.
Proyek pembangunan RSP Boking kini dalam penyelidikan Polres TTS karena diduga terjadi korupsi didalam pemanfaatan dana proyek sebesar Rp 17 miliar lebih dari APBN tahun 2016 lalu.(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *