Melkias Nenotek Akhirnya Dinonaktifkan Dari Jabatan Kades Tubuhue

oleh -8.5K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM akhirnya mengambil keputusan untuk menonaktifkan Melkias Nenotek dari jabatan kepala desa Tubuhue kecamatan Amanuban barat. Untuk menempati jabatan tersebut, bupati menunjuk Melkianus Ahab, kepala seksi kesehateraah sosial kantor camat Amanuban barat sebagai penjabat kades Tubuhue.

Penonaktifan Melkias Nenotek ini ada kaitannya dengan pelaksanaan anggaran Dana Desa beberapa tahun sebelumnya yang sempat dipersoalkan warga setempat. Pertanggungjawaban pemanfaatan dana desa Ayng dipersoaalwarga tersebut diaudit oleh pihak inspektorat pasca persoalan yang diungkap warga terkuak ke publik lewat media masa.
Dalam pelantikan penjabat kades di ruang rapat bupati TTS, SPJ dana desa Tubuhue juga disinggung bupati Eppy Tahun. Saat menyampaikan sambutan usai pelantikan bupati Eppy Tahun sempat bertanya ke Melkias Nenotek yang juga hadir dalam pelantikan tersebut soal pertanggungjawaban dana desa Tubuhue. Melkias menjawab bupati kalau SPJ dana desa sudah selesai namun ketika bupati mengkonfirmasi ke camat Jasen Fallo yang juga hadir, camat Fallo mengatakan SPJ tersebut masih diverfikasi. “Saya tahu prosesnya sudah seperti apa, tapi saya sengaja tanya saja menguji kejujuran. Kenapa bilang sudah oke tapi camat bilang belum, jawab yang jujur saja kenapa,”kata bupati dengan tatapan mengarah ke Melkias Nenotek.
Selain penjabat kades Tubuhue, bupati Eppy Tahun juga melantikan Lot Tanoen sebagai penjabat kades Oe’Ue.  Frans Maubanu kades sebelumnya dinonaktifkan karena juga terkait persoalan dana desa.
camat Fatumnasi Chris Manu dilantik sebagai penjabat kades Fatumnasi karena penjabat kades Fatumnasi sebelumnya, To Yusmin Oematan telah diangkat menjadi camat Nunbena setelah menduduki jabatan penjabat kades beberapa bulan.
Bupati Eppy Tahun memgingatkan kepada ketiga penjabat soal pemanfaatan dana desa agar digunakan secara benar untuk kepentingan rakyat dan bertanggungjawab.
Kepada ketiga penjabat juga diminta untuk segera menyelesaikan SPJ dana desa masing-masing agar dana desa tahun ini bisa cepat dicairkan karena rakyat sangat membutuhkan di masa pandemi covid-19.
“dana desa tahun ini belum dimanfaatkan sehingga perlu dipercepat SPJ tahun sebelumnya. Kenapa karena di dalam dana desa iut ada BLT, rakyat perlu dapat BLT dana desa saat ini. Jika SPJ ini tidak cepat diselesaikan akan hambat proses pencairan dana rakyat terlambat terima BLT-nya,”katanya.
Bupati juga meminta ketiga penjabat untuk memverifikasi penerima BST di desa masing-masing.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *