Pemkab TTS Perlu Sampaikan Maaf Untuk Warga Niki-Niki Yang Kembalikan BST

oleh -3.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Benny Banamtuan, ketua fraksi Demokrat DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah kabupaten (pemkab) TTS untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada sejumlah warga kelurahan Niki-niki yang notabene adalah pengusaha yang mengembalikan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diterima.
Penyampaian maaf dari pemkab TTS tersebut menurut Benny Banamtuan patut dilakukan karena akibat dari ketidakakuratan dinas sosial dalam memproses nama penerima BST sehingga nama sejumlah oknum pengusaha di Niki-niki tersebut masuk dalam data penerima BST dari pemerintah pusat tersebut.
Persoalan muncul ketika para pengusaha itu menerima BST banyak masyarakat yang membuli mereka karena dianggap tidak layak terima BST.
“Mereka dibuli habis-habisan karena mereka dianggap tidak layak sebagai penerima, padahal mereka sendiri awalnya tidak tahu nama mereka masuk dalam data sebagai  penerima atau tidak. Yang memproses nama mereka masuk sebagai penerima itu adalah dinas sosial. Sekarang mereka sudah kembalikan dana yang diterima kepada pemerintah tapi nama baik mereka sudah rusak. Jadi saya pikir Pemda harus sampaikan permohonan maaf kepada mereka karena nama baik mereka sudah rusak. kesalahan ada pemerintah tapi nama baik mereka yang rusak karena dibuli orang setelah terima BST,”kata Benny Banamtuan dalam paripurna LKPJ bupati di ruang sidang DPRD TTS, Jumat (15/2020).
Pengakuan kadis Sosial kabupaten TTS bahwa terjadi human eror dalam proses data penerima dianggap tidak cukup untuk memulihkan nama baik para oknum pengusaha Niki-Niki yang mengembalikan dana BST sebesar Rp 600.000/orang tersebut.
Benny mengatakan ia sendiri belum tahu aturan mana yang mengharuskan warga penerima BST untuk mengembalikan dana bantuan yang telah diterima kepada pemerintah.
Sebelumnya Frengky Tanoni, kepada wartawan saat mendatangi kantor lurah Niki-niki untuk mengembalikan dana tersebut mengatakan ia secara sukarela mengembalikan uang tersebut kepada pemerintah untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang lebih layak menerima.
Ia mengaku tidak pernah didata petugas terkait bantuan tersebut karena itu ia kaget saat mendapat undangan untuk menerima BST di kantor pos dan giro Niki-niki.
Frengky merasa nama baiknya terganggu ketika banyak masyarakat mempolemikan persoalan itu di media sosial padahal ia sendiri tidak tahu menahu bagaimana prosesnya sampai namanya masuk sebagai penerima BST di kelurahan Niki-niki. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *