Penebas Hutan Laob Tunbes Diberikan Sanksi

oleh -2.3K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Proses pemeriksaan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan  (UPT KPH) kabupaten TTS, provinsi NTT, terhadap sejumlah warga desa Loli yang menebas hutan lindung Laob Tunbes di desa Loli kecamatan Polen sudah selesai. Warga penebas diberikan sanksi pembinaan oleh pemerintah karena melakukan penebasan sebelum ijin diterbitkan menteri kehutanan.
Kepala UPT KPH kabupaten TTS, Frans Fobia kepada fakta-tts.com, Rabu (26/2/2020) mengatakan bentuk pembinaan yang diberikan yakni para penebas diwajibkan menanam kembali kawasan yang ditebas dengan tanaman yang bisa menghasilkan kayu.
“Kita sudah lakukan pembinaan kepada mereka, mereka disuruh Tanam ulang lahan yang ditebas dengan tanaman yang bisa menghasilkan kayu atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti asam, jambu mente, kemiri dan lainnya,”kata Frans di ruang kerjanya, Rabu (26/2/2020).
Dikatakan anakan yang ditanam dicari sendiri oleh masyarakat. “Soal anakan diusuahan sendiri oleh penebas. Dari dana desa boleh juga atau swadaya. Karena hutan kayu itu dipanenkan untuk kepentingan mereka,”katanya.
Sesuai hasil pemeriksaan ada sekitar 42 orang warga yang melakukan penebasan dan luas lahan yang ditebas mencapai ratusan hektare.
Ijin Usaha Pemanfaatan (IUP) Hasil Hutan Kayu (HHK) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang dimohonkan warga setempat kata Frans Fobia juga sudah diterbitkan oleh kementerian kehutanan seluas 210 hektare dari yang diusulkan 200 hektare. Hanya saja IUP tersebut salinannya belum diterima pihak UPT. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *