Soal Puskesmas Siso, Pemda Akan Ambil Langkah Hukum

oleh -5.5K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Kerusakan Bangunan puskesmas Siso kecamatan Molo selatan kabupaten TTS, setelah tiga bulan difungsikan mendapat respon serius dari bupati Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM.
Setelah melihat langsung kondisi bangunan tanggal 2 Januari 2019, bupati Eppy Tahun memerintahkan agar perbaikan sisi bangunan yang rusak segera dilakukan namun material yang digunakan harus diperiksa dahulu.
Kepada fakta-tts.com melalui layanan WhatsApp, Selasa (7/1/2020) malam bupati Eppy Tahun menyampaikan Pemeriksaan bahan / material ditugaskan kepada konsultan pengawas, Pengguna anggaran, PPTK dan PPK. Dan pemeriksaan itu dilakukan setelah bahan atau material tiba di lokasi pekerjaan, bukan ditempat pengambilan material.
Dan disampaikan Bupati Eppy Tahun, jika perbaikan tersebut tidak dilakukan dalam bulan Januari ini maka Pemda TTS akan mengambil langkah hukum.

“Bahan di periksa sebelum di pasang. Periksa bukan di toko bangunan atau kali Noelmina tapi di lokasi kegiatan. Periksa bahan bangunan diwakili oleh Konsultan Pengawas,PA, PPTK serta PPK bukan Bupati. Pemerintah sudah bayar Konsultan pengawas yang cukup mahal. Tidak ada alasan untuk menunda perbaikan di lapangan. Kalau tidak segera di perbaiki dalam bulan ini maka Pemda akan mengambil langkah Hukum,”demikia WhatsApp bupati Tahun yang diterima fakta-tts.com.

Sebelumnya kepada fakta-tts.com, Senin (6/1/2020) petang, bupati Eppy Tahun mengatakan dari hasil pengamatannya kerusakan diduga terjadi karena konstruksi beberapa sisi bangunan tidak sesuai standar perencanaan.
“Sesuai pengamatan di lapangan soal pelaksanaan konstruksi tidak sesuai dengan standard perencanaan. tapi ini pengamatan lapangan. kami belum lihat gambar Perencanaannya,”kata bupati Eppy Tahun.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas kesehatan kabupaten TTS, Nahad Baunsele didepan kadis dr. Eirene Ate mengakui kalau ada kesalahan dalam konstruksi pada bagian yang rusak.
Disebutkan bagian yang alami kerusakan yakni ACP talang air sisi kiri bangunan, retakan di sudut timur dan sumbatan di paralon pembuangan air.
Dijelaskan pihak pelaksana proyek PT. Kasih Sejati Perkasa telah bersedia memperbaiki bagian yang rusak.
Kadis Eirene Ate mengatakan kerusakan terjadi saat hujan namun kerusakan tersebut tidak menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Aktifitas pelayanan tetap jalan seperti biasa,”katanya.
Pekerjaan bangunan tersebut dimulai Juli 2018 lalu dengan kontraktornya, Maria Roslin yang mendapat kuasa direktur PT Kasih Sejahtera Perkasa. Nilai kontrak  Rp 3,5 miliar dengan jangka waktu kerja 165 hari.
Namun hingga januari 2020 diakui PPK bahwa pekerjaan  belum dilakukan FHO atau penyerahan pekerjaan oleh kontraktor kepada dinas padahal jadwalnya pada November 2019 FHO sudah harus dilakukan. “Sampai November belum di FHO karena ada item kerja yang perlu diperbaiki,”kata Nahad.(jmb)
____________
Foto: bupati Eppy Tahun memeriksa sisi bangunan yang rusak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *