Urusan Gizi di Puskesmas KiE Ditangani 2 Tenaga Magang  Berupah Rp 250 Ribu/bulan

oleh -2.5K views
KiE, fakta-tts.com – Puskesmas KiE di kecamatan KiE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak memliki tenaga gizi berstatus ASN.
Kata kepala puskesmas KiE, Helena Carvalho kepada tim Pansus DPRD TTS, Jumat (5/6/2020) untuk menangani pelayanan gizi bagi masyarakat di wilayah layanan puskesmas tersebut, pihaknya menggunakan jasa tenaga magang dua orang, ini sudah berlangsung lama. Tenaga magang ini dikasih upah Rp 250 ribu perbulan/orang yang diambil dari dana jasa kapitasi.
Selain upah dari dana kapitasi kata Carvalho pihaknya juga sering melibatkan dua tenaga magang tersebut dalam sejumlah kegiatan operasional puskesmas yang dianggarkan dalam Biaya Operasional Kesehatan (BOK).
“Magang selama tiga tahun, setiap bulan dikasih 250 ribu dari dana jasa kapitasi. Kita juga libatkan mereka di kegiatan lain yang dibiayai BOK sehingga Ada juga kita kasih mereka dari dana BOK yang dalam satu tahap mereka bisa dapat satu Samapi 2 juta,”kata Carvalho kepada Marcu Mbau (ketua DPRD), Yusuf Soru (wakil ketua), Marten Tualaka (ketua pansus), Uksam Selan (wakil ketua pansus), Abe Hoti, Thomas Lopo, Kenas Afi, Meianus Bana, Maksi Lian, Lorens Jehau dan Matheos Lakapu.
Yusuf Soru terkesan kaget mendengar ungkapan kapus Carvalho. “saya tidak tahu lagi kenapa bisa begini, kesejahteraan tolong diperhatikan. Karena ini puskesmas layani 13 desa, dengan honor seperti itu bagaimana,”katanya.
Pihak puskesmas juga mengusulkan penambahan sopir dan satu kendaraan untuk menunjang operasional puskesmas yang memiliki wilayah pelayanan paling luas di kabupaten TTS tersebut.
Disampaikan Carvalho, pihaknya terkendala dalam pelayanan antar jemput ibu hamil dari desa ke Puskesmas yang membutuhkan pelayanan segera.
“Kita hanya punya satu kendaraan dan satu sopir, ada 13 desa disini, kita kewalahan untuk layani ibu hamil,”katanya.
Pihak pansus meminta puskesmas untuk mengajukan laproan dan usulan tertulis. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *