Warga Kobelete Ramai-ramai ke Pengadilan Agama SoE, Tolak Pembangunan Gedung ini

oleh -6.4K views
Kota SoE, fakta-tta.com – Puluhan warga Kobelete kecamatan Kota SoE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (7/12/2020) siang sekitar pukul 13.00 WITA ramai- ramai datang ke Pengadilan Agama SoE.
Mereka membawa spanduk putih bertuliskan “Warga Kobelete Menolak Pembangunan Mushola”.
Spanduk tersebut dipajang di depan gerbang masuk kantor pengadilan sebelum beberapa diantara mereka dipersilahkan masuk menemui ketua Pengadilan Agama SoE, Moh. Rifai,SHI, MH di dalam kantor.
Sebelum melakukan aksi itu warga juga sudah bersurat ke
Bupati TTS , ketua DPRD TTS, Dandim 1621/TTS, Kapolres TTS, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik dan kepala kantor Departemen Agama kabupaten TTS perihal penolakan pembangunan gedung tersebut yang sesuai informasi yang diterima warga adalah mushola.
“Kami tidak mau kebiasaan kami disini, Kobelete, kampung tua ini terusik,”kata koordinator lapangan aksi warga ketika bertemu dengan ketua pengadilan dan beberapa pejabat Pengadilan Agama SoE di ruangan media center.
Ketua Pengadilan Agama SoE, Moh. Rifai,SHI,MH menyampaikan kepada perwakilan warga bahwa bangunan tersebut bukan Mushola namun fasilitas penunjang pelayanan Pengadilan Agama SoE kepada warga pengunjung.
“Kantor ini ada fasilitas yang perlu dilengkapi , sebagai kelengkapan kantor perlu ada Saranan prasarana misalnya parkiran, olahraga dan lainnya.
Yang dibangun itu adalah sarana tempat kegiatan yang bisa sebagai tempat istirahat pengunjung sidang, ini sebagai bagian dari pelayanan untuk pengunjung sidang saja, ini bukan fasilitas untuk tempat ibadah,”katanya.
Lurah Isakh Babys, yang bersama warga menemui pihak pengadilan menyampaikan terimakasih kepada warga setempat yang setelah menerima informasi tersebut langsung memeinta klarfikasi kepada pihak pengadilan tanpa melakukan aksi turun jalan lebih dahulu.
Ia mengimbau kepada warganya untuk tetap menjaga dan memelihara kerukunan hidup antar umat beragama di wilayahnya.
Pantauan fakta-tts.com, bangunan itu terletak di pojok kanan depan kantor pengadilan agama, berdemepetan dengan pagar lingkungan kantor, disamping parkiran kendaraan.
Bagian depan bangunan menghadap ke bagian belakang kantor pengadilan. Aktifitas pembangunan oleh para pekerja masih berlangsung. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *