600 KK, Korban Badai Seroja di Pariti Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

oleh -247 views
Kupang, fakta-tts.com – Desa Pariti kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga tak luput dari terjangan badai siklon seroja yang menerjang wilayah NTT pada tanggal 4 dan 5 April 2021.
Terjangan banjir luapan kali Noelbiboko dan angin kencang  merusak rumah, lahan sawah, jalan raya dan ternak piaraan hilang.
Karang taruna desa Pariti mencatat ada 600 KK dengan total 1800 jiwa yang menjadi korban bencana tersebut.
Mirisnya hingga Selasa (14/4/2021) korban bencana di wilayah itu belum tersentuh bantuan pemerintah. Meski data korban terdampak sudah dimasukan ke pemkab Kupang.
Ani Gasper , pengurus karang Taruna setempat menginformasikan warga korban bencana sangat membutuhkan bantuan bahan makanan, pakaian maupun perumahan. “Mereka sangat membutuhkan bantuan karena kondisi mereka cukup memprihatinkan karena rumah beberapa diantara mereka rusak parah, ada yang mengungsi meski saat ini sudah ada yang perbaiki rumah mereka dengan bahan seadanya,”kata Ani.
Tercatat ada 276 rumah rusak ringan dan 318 yang rusak berat, 81 hektoare (ha) rusak akibat banjir dan 13 ekor sapi, 19 ekor kambing yang hanyut terbawa bajir. Tingginya gelombang laut  mengakibatkan 57 bagan tancap (sero) yang hilang dan rusak.
Selain rumah yang rusak terdapat 6 fasilitas umum yang rusak.
Ary Lau ketua karang taruna dan coordinator pengungsi karang taruna Desa Pariti mengatakan ada banyak dampak yang terjadi di desa Pariti pasca Bencana Seroja. Dampak serius yang dialami secara langsung oleh masyarakat di desa Pariti adalah rusaknya rumah tempat tinggal mapun dapur, kerusakan barang-barang berharga seperti kulkas, meteran, televisi, atap rumah, dan dinding rumah, serta hilang dan matinya peliharaan masyarakat seperti sapi, babi, ayam dan ikan peliharaan.
Demikian dengan sawah dan kebun masyarakat yang terendam air akibat jebolnya pembatas kali di desa Pariti.
Walaupun sudah beberapa hari terkena dampak bahkan ada yang yang rumahnya hancur dan rusak berat, belum ada bantuan dari pemerintah yang sampai kepada masyarakat. Sehingga inisiasi karang taruna untuk membentuk posko untuk menggalang bantuan kepada masyarakat. “ada satu posko di kantor klasis sulamu itu logistiknya untuk warga dusun 6 saja atau warga gereja saja. Sedangkan untuk wilayah lain belum tersentuh bantuan sehingga kami karang taruna membentuk  posko untuk menggalang bantuan kepada masyarakat di dusun lain dan bantuan dari Pemda dan Pemeribtah Provinsi juga belum ada, padahal kami dengar daerah yang jauh susah dapat bantuan, kendaraan darat untuk bantuan kedaerah di Amfoang Barat atau Amfoang barat laut juga lewat desa Pariti saja, padahal dua posko bantuan letaknya dipinggir jalan umum,”katanya.
Jalan umum/jalan provinsi di Pariti bisa terbuka aksesnya karena dibersihlan warga secara gotong royong Ungkap Den Bainuan anggota karang taruna desa Pariti
“Tentang setiap bantuan yang kami terima di posko bantuan bencana alam karang taruna desa Pariti, hingga tanggal 15 April, hari ini baru kami terima dari Pemuda Batak Bersatu bekerja sama dengan Telkomsel, dan dari Gereja Santo Petrus Pariti,”katanya. (*/Sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *