Beredar Surat Tugas KPK Untuk Alfred Baun, Korsupgah KPK Kabupaten TTS : “Itu Surat Palsu”

oleh -4.4K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Belakangan beredar foto surat tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia kepada Alfred Baun, warga kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timut (NTT).

Surat tersebut berlogo KPK di pojok kiri atas, berkop Garuda dengan nomor : Sprin.Dik/252/KPK.01.00/01/2021. Surat tersebut diterbitkan tanggal 14 Januari 2021 dan bertandatangan dan nama Komjen.Pol.Drs. Firli Bahuri,M.Si.
Dalam surat tersebut tertulis KPK memerintahkan Alfred Baun,SH, wiraswasta di kabupaten TTS untuk melakukan tiga hal yakni 1) Memantau dan melaporkan bilamana ada penyimpangan,penyalagunaan jabatan dan wewenang secara faktual, (2) Menghimpun data serta memantau secara cermat pelaksanaan pembangunan yang diselenggarakan oleh Aparatur Pemerintah Daerah di Wilayah Nusa Tenggara Timur dan (3) Membangun hubungan kerjasama dengan semua elemen masyarakat,Aparatur pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas monitoring pencegahan tindak pidana korupsi kolusi dan nepotisme.
Surat tugas KPK kepada Alfred Baun beredar di medsos, WhatsApp maupun Facebook.
Admin Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK kabupaten TTS, Jusuf Iki La’a, yang dikonfirmasi fakta-tts.com, Kamis (21/1/2021) menyampaikan bahwa pihaknya juga mendapat foto surat KPK untuk Alfred Baun tersebut dan dari hasil koordinasi dengan pihak KPK dipastikan bahwa surat tugas untuk Alfred Baun tersebut palsu.
“Kami sudah mengkonfirmasi KPK dan disampaikan bahwa surat itu palsu, bukan diterbitkan KPK,”demikian disampaikan Jusuf Iki La’a.
Jusuf bahkan menunjukan percakapan grub WA pihaknya dan KPK. Dalam percakapan tersebut pihak KPK meminta pihaknya untuk berkoordinasi dengan kepolisian.
Bahkan kata Jusuf Iki La’a, KPK juga telah mengklarfikasi di akun twiter https://twitter.com/KPK_RI/status/1351477929394401281?s=08, soal surat tugas untuk Alfred Baun dan satu oknum warga lainnya.
Alfred Baun yang dikonfirmasi pertelepon mengatakan bahwa ia pernah menjalin komunikasi dengan pihak KPK terkait dengan penugasan tersebut. Dan sesuai informasi pihak KPK lewat ‘Pak Moktar’ yang dikenal sebagi pejabat di KPK bahwa surat tersebut sudah diterbitkan 14 Januari 2021. “Pak Moktar sudah WA kepada saya foto surat tersebut tapi fisik surat belum saya terima,”demikian disampaikan Alfred Baun.
Alfred justeru mempertanyakan surat tersebut yang beredar medsos.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *