Ceritera Dokter Edo Usai Menjalani Perawatan Sebagi Pasien Covid di RSUD SoE

oleh -4.2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Covid-19 menyasar semua orang, kalangan manapun dan profesi apapun termasuk dokter yang kesehariannya berurusan dengan pelayanan kesehatan.
Dokter Edward Manurung,SPOg, dokter spesialis kandungan di RSUD SoE, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) juga terpapar virus yang cukup mengancam sendi kehidupan masyrakat dunia ini.
Hasil pemeriksaan medis pekan lalu, dokter Edward Manurung yang disapa dokter Edo dinyatakan positif terinfeksi covid-19.
Ia kemudian menjalani perawatan kesehatan pasien covid-19 di RSUD SoE sekitar seminggu.
Usai menjalani perawatan dokter Edo Manurung berbagi pengalamannya saat menjalani proses perawatan di RSUD SoE.
Ia menulis pengalamannya sebagai pasien covid, mulai sejak ia merasa aneh dengan kondisi kesehatannya, bagaimana saat ia  dirawat, kondisi perawatan pasien covid di RSUD SoE  hingga  harapan dan imbauannya bagi masyrakat di tengah pandemi Covid-19.
Begini tulisan dokter Edo yang tersebar di grub-grub WhatsApp yang juga diterima fakta-tts.con, Minggu (17/1/2021)
Hari ini saya menyelesaikan perawatan covid 19 di RS, ya benar saya terinfeksi dan paru paru radang mengharuskan saya isolasi di RS….
Awalnya badan sakit sakit, nyeri belakang mata…demam… batuk… dan lemah… rasanya hanya ingin berbaring…
Saya msh berusaha kerja, karena saya sendiri di kabupatenTTS sebagai ahli kandungan, saya tetap berusaha melayani emergensi diruang bersalin. Walau bdan sdh mau pingsan rasanya … mata sdh gelap…
Saya cek lengkap, malaria dan penyakit tropis negatif…
Karena swap PCR hsl keluar lama, saya di foto… hasilnya sesuai utk covid 19…
Saya dirawat, diberikan avigan, hari ke 8 saya demam tinggi sulit makan, mual, sulit bernafas … 
Evaluasi 5 hari antivirus tdk respons harus diganti jenis lain….
Kadang saat sesak saturasi turun sampai 93%,
Saya berusaha tenang, berdoa,setiap pagi latihan nafas… saya berusaha tdk complain banyak ke perawat, bahkan saya minta biar obat obatan saya masukkan sendiri, krn saya tau peningkatan covid di rsud yg terbatas mengharuskan perawat  hrs bekerja extra… saya ingin mrk bisa istirahat spy imunitas sejawat perawat dapat terjaga.
Smoga sejawat perawat Tuhan kasih kekuatan dan kesehatan…
Selama dirawat saya berusaha makan sekuat tenaga, kadang sy tutup hidung dan telan makanan bubur yg memang tdk ada rasa di lidah spy bisa makan…
Sy tau utk survive sy hrs berusaha…
Tp ajaibnya, sy tidak pernah merasa takut, saya tau umur manusia Tuhan sdh tentukan…. dan kita hanya menjalani apa yg sdh Dia tetapkan. Tugas kita hanya berusaha.  Dan jika seandainya waktu saya tiba, sy tdk akan minta umur ditambah, krn buat saya kematian adalah sesuatu yg pasti jalan kepd kebahagiaan, dan jika mati sy akan bahagia bersama Dia, kecuali msh ada Tugas lain yg Dia ingin sy selesaikan di bumi.
 Ini membuat saya lbh tenang dan justru banyak berfikir bagimana kondisi pasien covid di sekitar yg sdg dirawat, bagaimana pasien hamil yg seharusnya sy hrs operasi, bagimana pasien kebidanan emergensi yg menolak dirujuk krn alasan biaya dan hal lain menyangkut pekerjaan kebidanan yang terbengkalai krn sy hrs istirahat total utk jangka waktu lama….
Setiap malam sya tdk bisa tidur  krn nafas berat, dan mungkin jg terganggu mendengar suara pasien2 isolasi yg stress berat… 
pasien isolasi stress krn mrk sulit bernafas dan kdang ketika mrk minta bantuan, tp tdk bisa segera dilaynai krn pasien isolasi memang tdk boleh dijaga keluarga. Setiap malam kadang sy mendengar teriak frustasi mrk, saya bahkan bisa dengar dari bbrp ruangan kesulitan mrk spt org tenggelam… sedangkan perawat hanya dua dan utk gerak dan masuk ke ruangan pasien butuh waktu lama krn hrs memakai APD yg sgt kompleks, utk memakai APD mngkn mrk butuh wktu 30 mnt…
 Ingin rasanya keluar membantu tp sy jg kondisi msh sgt lemah…
Saya hanya bisa berdoa utk mrk dlm hati spy Tuhan kuatkan mrk….
Selama dirawat ada bbrp pasien yg meninggal dan saya bisa bayangkan penderitaam mrk sblm meninggal dgn kesulitan bernafas spt apa rasanya….
Rumah sakit kami sgt terbatas dan pasokan oksigen jg sgt terbatas, tdk ada fasilitas ICU, tdk ada dokter spesialis penyakit dalam, namun mengharuskan merawat pasien covid berat walau dgn comorbid sebisanya krn RS di kupang jg penuh…sedihnya tdk ada RS alternatif lain yg memadai utk membantu RSUD.
Ah mungkin Tuhan ijinkan saya spy sy lihat, dengar dan rasakan sendiri betapa penderitaan pasien CoVID 19 dan kesulitan RS dn permsalahn ini bukan hal jauh tp ada disekitar kita….
Puji Tuhan saya sdh dipulihkan, hari ini keluar RS utk isolasi mandiri di rumah… tahap recovery…. 
Terima kasih rekan, sudara dan sahabat yg berdoa utk saya….
Saya berdoa rekan yg sedang berjuang: para pasien, perawat, managemn RS, para supir, cleaning service dan dokter  utk tetap semangat….
Perjuangan kita masih panjang, dan sedihnya tdk akan smakin mudah, terlebih di RSUD kabupaten yg semua serba apa adanya dan terbatas… namun sy yakin Tuhan yg memberi kekuatan kpd kita…
Tdk sedikit yg skeptis, nyinyir, memcemooh bahkan memfitnah…
Tp sy yakin Tuhan tau apa yg sdg saudaraku kerjakan…
Dan saya mengingatkan kita, covid di TTS tdk akan semakin berkurang, malah terus bertambah,  stay healthy,  jaga kesehatan dan waspada… terlebih sayangi diri anda, keluarga dan hargai orang disekitar anda… dengan protokol kesehatan”. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *