KOMPAK Pertanyakan Realisasi CSR, Warga Blokir Jalan ke Lokasi Tambang Kali Noelbiboko

oleh -315 views

Kupang, fakta-tts.com – Komunitas Masyarakat Peduli Aspirasi Pembangunan Kampung (Kompak) Pariti mempertanyakan realisasi janji pemberian Corporate Social Responsibility (CSR) oleh sejumlah perusahaan tambang yang melakukan aktifitas penambangan batu dan pasir di alur sungai Noelbiboko desa Pariti kecamatan Sulamu kabupaten Kupang.

Jermi Lau (ketua Kompak), Marten Hadjo Halima Tenge dan Den Bainuan, Rabu (8/9/2021) di Kupang mengatakan pada Agustus 2020 lalu telah dilangsungkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digagas pemkab Kupang terkait aspirasi persoalan tambang galian C di alur sungai tersebut. RDP dipimpin langsung wakil bupati Jerry Manafe yang dihadiri sejumlah unsur terkait diantaranya dinas pertambangan  provinsi NTT, Inspektur Tambang kementerian ESDM,  pemkab Kupang, Kepala desa dan BPD Pariti dan perwakilan warga Pariti yang tergabung dalam KOMPAK.
Namun kata Halima Tenge, hingga kini atau sudah lebih dari setahun janji CSR sebagai tanggungjawab sosial perusahaan pemegang IUP bagi warga Pariti belum jelas.
“Kami belum tahu masalahnya dimana sampai belum terealisasi poin CSR itu, seingat kami waktu itu pihak perusahaan sudah menyatakan kesiapan mereka di hadapan pemerintah dan masyarakat bahwa mereka siap berikan CSR dan pemdes disarankan pak wakil bupati untuk tindaklanjuti isi poin soal CSR tersebut dengan menggelar musyawarah bersana warga untuk bahas rencana kegiatan yang akan ditalangi lewat CSR itu, namun sampai ini saat kami belum dengar soal rapat dengan warga,”katanya.
Den Bainuan mengatakan pihaknya berharap pihak pemdes Pariti menindaklanjuti isi kesepakatan terutama poin menyangkut CSR tersebut karena itu merupakan hak warga Pariti.
Blokir Jalan
 
Rabu (8/9/2021) pagi sejumlah warga desa Pariti melakukan aksi pemblokiran jalan menuju area tambang perusahaan tertentu.
Informasi yang diperoleh, warga yang umumnya dari dusun 5 dan 6 itu menuntut realisasi janji normalisasi kali Noelbiboko wilayah dusun tersebut dan dana CSR yang sebelumnya dibahas dalam RDP tersebut.
Normalisasi kali dianggap warga sebagai solusi cepat dalam mengantisipasi terjadinya luapan banjir kali tersebut.
Tahun kemarin banjir kali Noelbiboko meluap menerjang permukiman  warga  di dusun tersebut. Warga kuatir kondisi yang sama terjadi lagi tahun ini sehingga mereka menuntut perusahaan tambang segera menuntaskan normaliksasi alur kali di lokasi tambang masing-masing.
Perusahaan yang punya ijin tambang di alur sungai tersebut diantaranya HMN, Derwin, Karunia, Metro dan lainnya. 
Aksi warga Selasa pagi itu menyita perhatian aparat kepolisian Polsek Sulamu yang datang menemui warga di titik pemblokiran. Aksi tersebut tidak menghentikan aktifitas tambang. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *